Dikatakan Sembuh, Cukup Hasil Swab Negatif

Visual by SP

 

Belum Ada Vaksin dan Obat Covid-19, Dokter yang Merawat Pasien Covid-19 di Jatim, “Obatnya” hanya Beri Multivitamin, Standart Antivirus Umum, Hingga Berikan Kualitas Layanan Kesehatan yang Positif 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Hingga Selasa (14/7/2020), angka kesembuhan pasien Covid-19 akibat infeksi virus corona SARS-CoV-2 di Jawa Timur mengalami kenaikan signifikan. Bahkan, selama lima hari berturut-turut kumulatif pasien sembuh di Jatim adalah yang tertinggi secara nasional. Meski belum ada obat khusus atau vaksin mengenai virus Corona ini, pasien Covid-19 dianggap sembuh bila hasil tes Swab PCR sudah berubah dari positif menjadi negatif.. Hal ini menjadi acuan bagi pasien yang tidak memiliki gejala. Sementara, bagi pasien positif yang memiliki penyakit bawaan/komorbid, selain negatif, juga penyakit tersebut secara klinis sudah sembuh. Bahkan, dari fakta di lapangan, para pasien yang sembuh itu, hanya istirahat cukup, meningkatkan imun dan berjemur tiap pagi.

 Arief Bakhtiar,dr.SpP(K),FAPSR Dokter Spesialis Paru-Paru RSUD Dr. Soetomo Surabaya mengatakan bila indikasi kesembuhan pasien saat ini bisa dilihat dari test satu kali negatif dengan tidak ada keluhan klinis. "Saat ini kita sudah tidak menggunakan acuan dua kali, pemulangan pasien dari rumah sakit yaitu satu kali test negatif dengan keadaan klinis yang baik. Kemudian pasien tidak memiliki keluhan sesak atau keluhan berat. Lalu pada foto rongsen tidak ada perburukan, setelah itu pasien bisa melanjutkan isolasi sendiri di rumah," ujar dr Arief Bakhtiar kepada Surabaya Pagi, Selasa (14/7/2020).

Sementara itu, Ketua Satgas IDI Surabaya, dr. Musofa Rusli mengungkapkan bila Pasien covid dinyatakan sembuh bila secara klinis tidak memiliki keluhan, keluhan tersebut pada umumnya  seperti demam, batuk, sesak nafas. "Maka kita akan menilai apakah keluhan itu sudah mereda atau tidak. Tapi kalau dari tambahan laboratorium atau alat, maka kita lihat dari satu rasio oksigennya. Bila 95% atau 96% maka pasien tersebut sudah dinyatakan stabil dan sembuh. Karena salah satu gejala yang menyerang paru-paru maka para pasien covid ini bisanya rasio oksigennya rendah," ungkap Mustofa, kepada Surabaya Pagi, Selasa (14/7/2020).

Musofa melanjutkan bila yang menjadi kerumitan adalah para pasien yang datang tanpa gejala seperti demam, batuk, dan sesak nafas. "Tapi yang lebih rumit lagi adalah para pasien covid yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit klinis atau komorbid, misal diabetes, gagal ginjal, atau kanker sekalipun. Biasanya yang sering masuk memang orang yang komorbid termasuk obesitas. Sering kali kesembuhan dari covid cukuo sulit karena tertutupi oleh penyakit yang lain," lanjutnya.

Menurutnya dalam Keputusan Menteri Kesehatan sudah tertera dengan detail. Para pasien yang dinyatakan sembuh adalah pasien yang biasanya memiliki keluhan klinis baik. "Artinya tidak ada gejala covid ditambah satu kali setidaknya covidnya negatif, biasanya lewat swab" ujarnya.

 

Antivirus dan Multivitamin

Senada dengan Ketua Satgas IDI Surabaya, Ketua Satgas Covid-19 IDI Jawa Timur Achmad Chusnu Romdhoni mengatakan jika ada beberapa faktor yang membuat angka kesembuhan pasien Covid-19 di Jawa Timur terus meningkat. "Yang pertama tentu semakin bagus dan canggihnya pengobatan dan upaya dari Pemprov Jatim. Lalu berikutnya, menurut kreteria WHO yang baru kan pasien melalui satu kali swab hasilnya negatif dan telah diobservasi minimal tiga hari, jika tidak ada gejala lagi maka dapat dinyatakan sembuh," ujar dr Romdhoni kepada Surabaya Pagi, Selasa (14/7/2020).

Dirinya juga mengatakan jika obat yang digunakan untuk menunjang proses kesembuhan pasien hingga saat ini hanyalah sebatas antivirus yang sesuai dengan standar WHO dan suplemen multivitamin. "Memang belum ada vaksinnya, jadi yang digunakan adalah antivirus dan suplemen multivitamin saja," kata dr Romdhoni.

Selain dengan menggunakan antivirus dan suplemen multivitamin, kegiatan yang bersifat meningkatkan imunitas tubuh seperti berolahraga juga berperan dalam mempercepat kesembuhan pasien Covid-19.

"Kegiatan-kegiatan ringan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh juga penting dalam proses kesembuhan pasien. Seperti contohnya senam dan olahraga ringan lainnya," jelasnya.

dr Romdhoni juga mengatakan jika kondisi psikis dan mental pasien juga dapat mempengaruhi kesembuhan pasien. Maka dari itu dirinya berharap agar pasien Covid-19 selalu berpikir positif selama proses penyembuhan dan isolasi baik di rumah sakit maupun secara mandiri di rumah.

 

Berikan Kualitas Layanan

Terpisah, Sekretaris Satgas Covid-19 Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), dr Alfian Nur Rosyid mengatakan jika peningkatan angka kesembuhan pasien Covid-19 di Jawa Timur dikarenakan kualitas layanan di setiap rumah sakit juga meningkat, termasuk di RSUA.

"Yang pasti ada peningkatan kualitas pelayanan. Seperti fasilitas ruangan dan layanan konsultasi dengan psikiater. Itu bisa membuat pasien tenang dan meningkatkan imunitas," ujar dr Alfian kepada Surabaya Pagi, Selasa (14/7/2020).

dr Alfian mengatakan jika obat yang digunakan dalam proses pengobatan adalah obat yang standar dan sesuai dengan aturan dari WHO. "Obatnya ya obat biasa sesuai standar WHO, diberi multivitamin juga. Kami juga menyediakan psikoterapi bagi pasien yang memang membutuhkan itu," kata dr Alfian.

Selain itu, fasilitas ruangan juga mempengaruhi kondisi psikis yang akan menunjang kesembuhan dari pasien Covid-19. dr Alfian menjelaskan jika diperbolehkannya mengoperasikan gadget dan penyediaan fasilitas WIFI adalah salah satu fasilitas yang sangat dibutuhkan pasien.

"Hal-hal seperti itu akan membuat kondisi mental pasien akan tetap terjaga. Mereka jadi tidak jenuh saat isolasi. Dapat digunakan untuk mengakses informasi dan hiburan juga," jelasnya.

Dirinya juga mengatakan tidak sedikit pasien yang mengakses konten Youtube seperti panduan gerakan senam untuk berolahraga secara mandiri. Hal tersebut dilakukan secara mandiri oleh pasien yang sedang melakukan isolasi di dalam ruangan.

"Jadi di ruangan isolasi kan ada CCTV untuk memantau, kami sering mendapati pasien yang memperagakan gerakan senam yang mereka tonton di Youtube. Itu bukti jika mereka semangat untuk sembuh meskipun sedang melakukan isolasi di dalam ruangan," katanya.

 

Sembuhnya Tertinggi se Indonesia

Sementara itu, dari data yang dihimpun Surabaya Pagi, angka kesembuhan (Recovery Rate) pasien Covid-19 di Jatim, terus mengalami kenaikan. Bahkan, dalam lima hari berturut-turut, komulatif pasien sembuh di Jatim tertinggi nasional. "Alhamdulilah, selama lima hari berturut-turut ini kesembuhan pasien covid - 19 di Jatim merupakan yang tertinggi secara nasional. Total per hari ini pasien sembuh di Jatim mencapai 6.858 setara dengan 40,67 persen dari total kasus positif di Jatim. Kita terus berdoa bersama semoga semakin banyak warga Jatim yang sembuh dari Covid-19," ungkap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Grahadi, Senin (14/7/2020) malam.

Khofifah menjelaskan, angka kesembuhan ini naik drastis dibandingkan recovery rate Covid-19 Jatim pada tanggal 25 Juni 2020, saat kunjungan Presiden Jokowi. Recovery rate kasus Covid-19 hari ini sekaligus menjadi capaian tertinggi bahkan melebihi dari angka kasus baru positif Covid-19 di Jatim. "Kami terus berikhtiar, berharap, dan optimistis tingginya angka kesembuhan pasien Covid-19 ini bisa segera membuat Jatim melalui masa darurat pandemi, sesuai instruksi dari Presiden Jokowi," tegasnya.

Menurutnya, kesembuhan yang terus naik ini tentunya adalah bukti bahwa inovasi- inovasi dalam perawatan pasien Covid-19 cukup efektif dalam mengatasi pandemi ini. Diantaranya, one gate referral system, pembuatan pedoman perawatan terpadu, pemisahan pasien ringan dengan sedang berat, penggunaan plasma convalesent maupun karantina terpusat di RS Darurat Indrapura. Prinsipnya adalah cepat evakuasi, cepat melayani sehingga hasilnya adalah cepat sembuh. adt/byt/rm