Dikritik Ngamuk, Dinyinyirin Tambah Murka

Shandy Aulia dan salah satu postingannya di Instagram pribadinya

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Shandy Aulia dalam 1-2 bulan terakhir mendapat kritik pedas baik dari warganet dan beberapa pihak yang mengerti soal ahli gizi di Indonesia. Kritik pedas kepada Shandy Aulia berkaitan soal penanganan tumbuh kembang anak Shandy yang dianggap terlalu dini memberikan nutrisi yang belum sebagaimana mestinya.

Alhasil, kritik pedas untuk Shandy ini membuat bintang Eiffel I’m in Love ini berang. Bahkan Shandy tidak mau disebut bila anaknya yang ia rawat, dicampur kaitkan oleh para kritikus, yang disebut terlalu kurus.

Hal ini bermula saat Shandy Aulia memberikan menu khusus berupa Menu Pendamping ASI (MPASI) dan madu pada putrinya yang masih berusia 4 bulan. Banyak pihak menilai, langkah Shandy terlalu dini, meski Shandy telah melakukan konsultasi ke ahli gizi.

"Menyudahi semua pendapat yang ada, saya meluruskan untuk mengikuti anjuran WHO untuk tidak memberikan Madu pada anak di bawah 1 tahun," tulis Shandy Aulia di Instagram, Jumat (31/7/2020).  "Kiranya penjelasan saya ini dapat meluruskan semua pro dan kontra yang ada," ia menyambung pernyataan.

Agar tak banyak orang yang salah paham. Shandy Aulia juga akan menghapus bagian penggunaan madu dalam video pembuatan MPASI perdana untuk anaknya. "Khawatir para ibu yang merasa tidak nyaman akan video tersebut, saya akan take out bagian pemberian Madu tersebut," jelasnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada warganet yang sudah meluruskan kekeliruannya, baik itu dengan cara yang tepat, maupun dengan cara yang kurang tepat. "Terima kasih untuk ibu-ibu yang memberikan pendapat dalam bentuk komentar dengan kata-kata yang beretika ataupun dengan kata-kata yang tidak pantas sekalipun hingga cendurung berasumsi," sambungnya.

 

Sebut Toxic People

Namun, selang beberapa hari kejadian tindakan blundernya, Shandy Kembali dikritik. Hal ini terlihat di akun Instagram Shandy, Senin (3/8/2020). Kolom komentar akun Instagram terverifikasi miliknya yang diikuti 6 jutaan orang dijejali komentar yang menudingnya diet di tengah masa menyusui. “Mamanya diet makan sayuran yang ada anaknya juga ikutan diet karena protein dan karbo tidak mencukupi. Seharusnya umur segitu bayi lagi bulet-buletnya,” cetus akun @rahayu_sri_dewi di akun Shandy Aulia.

“Kasihan ya, lihat baby-nya. Mungkin karenanya emaknya, artis kali ya. takut gendut,” cuit @claraintansembiring92. Shandy Aulia tak tinggal diam. Lewat fitur Intagram Stories, Shandy Aulia menyemprot warganet.

Shandy Aulia menyebut warganet macam ini sebagai toxic people. Ia pun membeberkan, seolah apapun yang dilakukannya selalu salah di mata toxic people. “Saya memposting sedang olahraga setelah melahirkan, dibilang takut gendut, sibuk urus badan, dan diet. Terus bandingkan dirinya dengan diri saya? Dulu saat belum hamil dibilang mandul,” Shandy Aulia membeberkan.

Saat hamil masih olahraga, ia dituding egois. Saat habis melahirkan badannya cepat langsing, warganet malah mengasihani anak Shandy Aulia yang berisiko kekurangan ASI. “Terus bisa langsung judge saya diet dan cuma makan sayur? Memang ibu ini di rumah saya 24 jam ya, Bu? Hebat ya, ibu-ibu ini bisa menerawang,” tulis Shandy Aulia, Senin (3/8/2020).

Ia menyebut fokus toxic people bukan mencari informasi yang membangun melainkan nyinyir dan julid. Dulu ia gemas dengan warganet tipe ini. Kini Nyonya David Herbowo enggan mendekat. Toxic people selalu melihat kejelekan orang lain. Cara berkomentarnya cenderung langsung menyerang. “Padahal bisa bertanya loh, Mbak apa dengan badan langsung langsing begitu tidak mengganggu ASI? Nah, ini kan lebih baik, ya,” beri tahu Shandy Aulia.

Meski begitu, banyak dikritik kanan kiri, Shandy yang kini sudah menjadi seorang ibu, hanya berusaha menjadi ibu yang baik bagi sang buah hati dengan caranya sendiri. "Kiranya kita semua para Ibu dapat menjadi ibu yang terbaik bagi anak kita. Bukan merasa menjadi paling baik dari ibu-ibu lainnya. Karena semua Ibu hebat dengan versinya masing-masing," ia mengakhiri.