•   Jumat, 21 Februari 2020
Kesehatan

Dinkes Kota Mojokerto Gelar Seminar Hari AIDS Sedunia

( words)
Seminar tentang penyakit mematikan HIV/AIDS di Balai Kota Graha Praja Wijaya Pemkot Mojokerto, Kamis (12/12/2019). SMG/Dwy Agus Susanti


SURABAYAPAGI.Com, Mojokerto - Dinas Kesehatan Kota Mojokerto menggelar seminar tentang penyakit mematikan HIV/AIDS di Balai Kota Graha Praja Wijaya Pemkot Mojokerto, Kamis (12/12/2019). Seminar memperingati Hari AIDS sedunia ini dibuka oleh Wakil Walikota Mojokerto, Ahmad Rizal Zakariah.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, dr Farida Mariana, narasumber dalam seminar mengatakan stigma Orang Dengan HIV/Aids (ODHA) yang berakar pada ketakutan akan penyakit yang mematikan serta kesalahpahaman tentang bagaimana HIV/Aids ditularkan dan apa artinya hidup dengan HIV saat ini menjadi tema sentra seminar ini.

“Stop Stigma negatf tentang ODHA perlu terus disosialisasikan ke masyarakat dengan penyampaian informasi yang benar dan terbuka tentang HIV. Apa itu HIV dan orang yang hidup dengan HIV. Ini cara kita membantu mengakhiri stigma HIV melalui kata-kata dan tindakan kita dalam kehidupan sehari-hari,” terang dr Farida.

Menurut Farida, stigma yang dianggap sebagai fakta acapkali memicu kesalahpahaman hingga berdampak pada pendidikan dan kesadaran tentang ODHA.

“Stigma ODHA menyebabkan orang tidak diperlakukan dengan bermartabat dan hormat,” imbuhnya.

Perubahan cara pandang HIV-AIDS, sambung Farida, bahwa HIV adalah penyakit kronis yg bisa dikelola. Percepatan akan terjadi jika dtigma dan diskriminasi telah menurun.

“Sedangkan terkait pencegahan penularan, dilakukan edukasi kesehatan reproduksi remaja, perilaku hidup sehat bagi masyarakat, pendidikan kespro yang tepat di dalam kurikulum pendidikan, peningkatan peran kader kesehatan,” imbuhnya.

Ditandaskan pula, lebih dari 70% ODHA bukan dari populasi kunci

“Partisipasi masyarakat adalah kunci dari penurunan stigma dan diskriminasi serta dukungan terhadap ODHA,” tukasnya.

Sesuai Target indonesia , ujar Farida lebih lanjut, seluruh masyarakat diajak terlibat aktif dalam pencapaian 3 zero, yaitu Zero New Infection atau tidak ada infeksi baru HIV AIDS, Zero AIDS Related Deaths atau tidak ada kematian akibat AIDS dan Zero Discrimination atau tidak ada Stigma dan diskriminasi kepada ODHA.

Sementara itu dalam kasus ODHA di Kota Mojokerto, dalam catatan Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, kurun 2019 ditemukan 71 ODHA baru. Sedangkan proporsi kumulatif kasus HIV yang ditemukan per kelompok umur tahun 2002 sampai dengan Oktober 2019 sebanyak 943. Kelompok umur 25 tahun sampai 49 tahun paling mendominasi, yakni 651 kasus HIV atau sebesar 69 persen.dw

Berita Populer