Dirikan Posko Pemenangan, PPP Siap Menangkan MAJU

Machfud Arifin didampingi ketua DPC PPP Surabaya Buchori Imron meresmikan Posko Pemenangan yang terletak di Bulak Banteng Kidul.SP/ALQ

SURABAYAPAGI, Surabaya - Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin meresmikan posko koordinator pemenangan pasangan Machfud Arifin dan Mujiaman (Maju) untuk wilayah Sidotopo Wetan pada Pilwali 9 Desember 2020.Saat peresmian Posko Pemenangan Maju yang terletak di Bulak Banteng Kidul, Surabaya itu, Machfud Arifin didampingi ketua DPC PPP Surabaya Buchori Imron.

Ketua DPC PPP Surabaya Buchori Imron mengaku peresmian Posko tersebut menunjukkan kinerja para partai pengusung di setiap wilayah atau di setiap kelurahan.

 "Peresmian ini digunakan untuk posko koordinator pemenangan Maju se wilayah Sidotopo wetan. Dan nantinya masyarakat sekitar bisa beraktivitas di sini termasuk menyampaikan hal-hal yang nantinya diinginkan dalam pembangunan kota Surabaya," terangnya.

Ia mengatakan kehadiran di lokasi pengajian itu bukan merupakan acara partai melainkan undangan dari tokoh masyarakat sekitar yang sedang menggelar Maulid Nabi.

"Memang di lokasi pengajian itu murni undangan warga yang ingin disapa oleh Pak Machfud Arifin. Jika di peresmian itu sudah kita lakukan sesuai protokol dan disaksikan oleh  panwaslu," tandasnya.

Usai peresmian, Machfud Arifin tiba-tiba diundang tokoh masyarakat Sidotopo Wetan H Romli untuk menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelarnya bersama masyarakat sekitar.

Selain melakukan tawasul ata pengajian sekitar 1000 masyarakat sekitar doa bersama supaya pasangan Machfud Arifin dan Mujiaman kedepannya bisa menjadi wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya yang bisa menjadikan Kota Surabaya yang maju kotane, makmur wargane.

"Amin, amin ya Allah semoga beliau (Machfud Arifin) jadi Wali Kota Surabaya, agar ada perubahan di Surabaya," ucap Abdullah, salah satu warga.

Dari pengamatan di lokasi, Mantan Kapolda Jatim itu dielu-elukan para jama'ah yang menghadiri acara tersebut.

Sementara itu, Machfud Arifin dalam sambutannya mengatakan, di Surabaya itu bukan hanya di kawasan protokol atau di jantung kota saja. Masih banyak dijumpai masyarakat tinggal di tempat yang kurang layak huni. 

"Pembangunan Kota Surabaya ini bukan hanya di protokol, contohnya disini masih banyak orang etnis Madura yang tinggal di Surabaya ini yang masih terpinggirkan," ujarnya.

Ia mengungkapkan pemerataan pembangunan diawali dari kampung-kampung, sehingga pihaknya telah menyiapkan program Rp 150 juta pertahun di setiap RT.

"150 juta untuk RT RW itu gunanya untuk pemerataan pembangunan. itu sudah kita hitung. Kita juga memberikan kesejahteraan warga 1 juta per KK," ujarnya.

Mantan Kapolda Jatim itu menambahkan sebenarnya guna mensejahterakan warga itu banyak cara, saat itu pihaknya masih berusaha memperhitungkan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) adalah pungutan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan. 

"Termasuk juga dalam hal jual beli tanah, nantinya kita akan free (bebaskan) kan Pbhpb dibawah Rp 750 juta. Selain itu, sebenarnya banyak yang bisa kita berikan untuk kemakmuran masyarakat Kota Surabaya termasuk subsidi air dan listrik itu juga nantinya kita hitungkan," bebernya.Alq