Disebut Orang Hakka karena Berstatus ‘Tamu’

Kisah Perantau Tiongkok Mendarat di Surabaya (17)
Hakka (Kèjiā 客家) adalah salah satu kelompokTionghoaHan yang terbesar diRepublik Rakyat Tiongkok. Hakka merupakan kelompok Han terakhir yang bermigrasi ke selatan dari Tiongkok Utara secara bertahap semenjak abad ke-4 M dikarenakan bencana alam, perang dan konflik.
Kontributor SurabayaPagi, Putri

SURABAYAPAGI.COM, -Migrasi Hakka keluar dari Tiongkok juga terjadi secara besar-besaran, sehingga sekarang komunitas Hakka tersebar di berbagai provinsi di Tiongkok dan negara-negara di dunia. Orang Hakka merupakan salah satu kelompok terbesar Tionghoa seberang laut.

Asal usul suku Hakka ini masih belum bisa dipastikan secara resmi karena memang suku ini sering melakukan perpindahan berulang kali, dan catatan tertulis menegnai suku itu tidak ditemukan.

Istilah “Hakka” dalam Bahasa Hakka dan dialek Guangdong berbunyi “Hakka”, mempunyai konotasi “Tamu”. Di dalam kamus (Cihai) dijelaskan sebagai berikut: Konon di awal abad ke 4 (tahun terakhir Dinasti Jin barat), sebagian orang Han yang bermukim di lembah Sungai Kuning menyeberang sungai Kuning ke selatan disebabkan oleh musibah kekacauan peperangan.

Hingga akhir abad ke-9 (tahun akhir Dinasti Tang) dan awal abad ke-13 (tahun akhir Dinasti Song selatan) kembali ada sekelompok besar orang Han hijrah ke selatan sampai di Ye, Min, Gan, Chuan…. yang kini dinamakan provinsi Guangdong, Fujian, Guangxi, Jiangsi, Hunan, Taiwan dan provinsi lainnya dan tempat lain di luar negeri. Untuk membedakan dengan penduduk lokal asli, para imigran ini menamakan diri sendiri sebagai “Tamu:, atau “Hakka” atau “orang Hakka”.

Disini dapat terlihat, leluhur orang Hakka dari Dataran tengah (zhongyuan), berhijrah ke selatan dan merupakan sebuah cabang etnis Han di bagian selatan Tiongkok. Lokasi pemukiman utama orang Hakka di Gan selatan, Min barat, Ye timur, dimana ada 29 kabupaten adalah “Kabupaten Hakka Asli”.

Sebelum tahun akhir Dinasti Song, Ninghua merupakan pusat distribusi orang Hakka; pada akhir Dinasti Ming dan awal Dinasti Ching, distrik Jiaying (sekarang kota Meizhou) merupakan pusat distribusi orang Hakka. Disini dijadikan sumbu oleh orang Hakka untuk tahap demi tahap berekspansi ke selatan Tiongkok dan membentuk sebuah sub-kebangsaan yang unik—sub kebangsaan Hakka, menjadi satu cabang penting dari 8 besar sub kebangsaan etnis Han.

Menurut penelitian, leluhur orang Hakka, sudah pernah eksodus besar-besaran ke selatan hingga enam kali.

Penyebab eksodus Hakka berbagai ragam. Pada awalnya terutama berasal dari ancaman bencana, seperti kejamnya peperangan, air bah, kemarau panjang, serangan serangga dan pukulan bencana alam lainnya yang luar biasa serta penyakit menular yang begitu sering.

Dalam sejarah Tiongkok setiap kali terjadi kekacauan peperangan yang berskala besar, hampir seluruhnya menyebabkan eksodus besar besaran orang Hakka. Menurut catatan sejarah, pada era dinasti Utara-Selatan sudah ada eksodus besar-besaran leluhur orang Hakka.