Dispertapa Kabupaten Blitar Bangun Rubuha Atasi Hama Tikus

Warga Desa Sumberjati, Kabupaten Blitar basmi hama tikus dengan burung hantu. SP/ JT

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Banyaknya hama tikus yang biasa menyerang tanaman padi menyebabkan hasil panen kurang maksimal, karena itu Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kabupaten Blitar berencana mengembangkan pembangunan rumah burung hantu (rubuha) di sejumlah wilayah guna mengendalikan hama tersebut, Kamis (22/10/2020).

Dengan adanya program rubuha ini selain untuk mengendalikan hama tikus juga dinilai aman untuk lingkungan disekitarnya. Dispertapa juga mengimbau kepada para petani untuk tidak melakukan pengendalian hama tikus dengan cara berbahaya. Misalnya menggunakan aliran listrik seperti di Bojonegoro yang mengakibatkan korban meninggal dunia. 

“Kami akan mengembangkan program rubuha untuk mengendalikan hama tikus. Mengingat akhir-akhir ini diketahui memang banyak hama tikus,” ungkap Kepala Dispertapa Kabupaten Blitar Wawan Widianto.

Wawan menambahkan, untuk menjalankan program rubuha ini, Dispertapa Kabupaten Blitar bekerjasama dengan Gapoktan. Pihaknya juga telah melakukan serangkaian uji coba di beberapa wilayah dengan hasil yang menggembirakan. 

“Untuk program bantuan rubuha ini kami akan kerjasama dengan Gapoktan. Beberapa tempat sudah dicoba, diantaranya di wilayah Sragi Talun, Plumbangan Doko, dan Begelen Srengat. Berdasarkan monitoring dan evaluasi, uji coba di beberapa daerah itu ternyata sangat efektif. Sehingga dimungkinkan untuk dikembangkan,” terangnya. 

Berdasarkan teori, burung hantu memiliki kemampuan terbang hingga radius 11 kilometer. Dalam satu malam, burung hantu dapat membunuh 10-12 ekor tikus meskipun yang dimakan hanya tiga hingga empat ekor.

“Nah, keberadaan rubuha di tengah-tengah persawahan ini, burung hantu akan dengan mudah mengintai tikus yang merusak tanaman sawah milik petani. Di samping itu, keberadaan rubuha di tengah-tengah sawah akan membuat tikus stres karena merasa nyawanya terancam sehingga perkembangbiakannya menjadi rendah,” pungkasnya. Dsy8