•   Sabtu, 14 Desember 2019
Skandal Selebriti

Dituding Tak Pernah Sekolah

( words)
Mulan Jameela


Mulan Jameela

SURABAYAPAGI, Jakarta - Mulan Jameela kembali menjadi perbincangan usai resmi menduduki kursi DPR RI periode 2019-2024. Kali ini, istri Ahmad Dhani tersebut menjadi sorotan publik lantaran status pendidikannya di profil anggota DPR.

Pasalnya, dalam website resmi DPR, profil Mulan hanya dilengkapi dengan nomor anggota, tempat dan tanggal lahir serta agama. Sementara itu, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, riwayat organisasi, riwayat pergerakan serta riwayat penghargaan masih kosong melompong.


Image

Sebuah akun gosip di Instagram pun mengunggah tangkapan layar dari profil Mulan tersebut. Sang pengelola akun mempertanyakan riwayat pendidikan pelantun lagu Makhluk Tuhan Paling Seski ini.

“Mahbun (Mulan Jameela) itu pendidikannya masih jadi misteri apakah dia lulusan S1, S2 atau S3,Es teh, es degan, es dawet ,” tulis sang pengelola akun, Minggu (6/10/2019).

Akun tersebut juga membandingkan profil Mulan dengan anggota dewan lainnya yang juga seorang pekerja seni, Desy Ratnasari. “Mbak Desy Ratnasari saja sudah daftarin pendidikannya, sudah S2 gelarnya 2, M.Si M.pd. Keren,” sambung akun tersebut.

Dibagikan belum genap satu hari, unggahan tersebut mulai diramaikan oleh para netizen. Mereka pun fokus dengan gelar serta pendidikan Mulan Jameela.

“Nanti gue pinjemin gelar ku min, buat nutupin malunya,” ujar salah seorang warganet.

“Mahbunnya (Mulan Jameela) enggak sekolah kali,” sahut warganet yang lain.

“Riwayat penghargaan, pergerakannya, pengalaman kenapa enggak diisi? Semua juga tahu jawaban isiannya apaan,” komentar netizen lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penetapan Mulan Jameela sebagai anggota DPR RI untuk wilayah Jawa Barat XI meliputi Garut dan Tasikmalaya sempat menjadi pro kontra. Mulan yang memiliki perolehan suara di bawah dua kader lainnya, yakni Ervin Luthfi dan Fahrur Razi justru melenggang ke Senayan.

Beberapa hari sebelum pelantikan anggota DPR RI, para pendukung Ervin Luthfi sempat melakukan unjuk rasa di kantor DPC Gerindra Garut. Massa membawa poster berukuran besar bertuliskan ‘Dulu Pelakor Sekarang Perekor (Perebut Kursi Orang)’ dengan foto Mulan di sampingnya.

Namun soal rebutan kursi ini, Mulan sedikit dibela Rachel Maryam. Meski menjadi kader dalam partai yang sama yakni Gerindra, Rachel menyebut jika dirinya tidak bisa terlalu banyak berbicara.

"Terus terang ini sesuatu yang di luar wewenang saya kapasitas saya untuk mengomentari. Ini adalah ranahnya KPU dengan DPP Partai Gerindra," ujar Rachel Maryam saat ditemui di Gedung Nusantara DPR, beberapa waktu lalu.

Rachel pun menyebut pada akhirnya Mulan yang maju untuk menduduki kursi DPR adalah keputusan dari Prabowo Subianto.

"Saya tidak paham pertimbangan-pertimbangan beliau (Prabowo) apa. Sebagai kader, ketika pak Prabowo sudah memutuskan sesuatu kami harus patuh dan menghormati keputusan," tutur rekan satu partai Mulan Jameela ini.

Sementara itu, Rachel Maryam pun hanya bisa berharap yang terbaik untuk Mulan kedepannya.

"Mudahan mba Mulan tetap bisa meraih kepercayaan masyarakat yang ada di dapilnya meskipun diawali dengannya adanya masalah konflik, tapi mudah-mudahan kedepannya bisa terjadi rekonsiliasi dari kemaslahatan masyarakat," tutup Rachel Maryam.

Sementara itu, Caleg-caleg yang digeser Mulan pun tak tinggal diam. Pendukung caleg Ervin Luthfi menggeruduk kantor DPC Gerindra pada Senin (23/9) lalu lantaran jagoannya tersebut digantikan Mulan. Saat demo, massa membawa spanduk berisi foto Mulan Jameela berjibab biru muda dan tulisan ’Dulu Pelakor Sekarang Perekor (Perebut Kursi Orang)’.

Spanduk itu jadi perhatian masyarakat setempat serta para pengendara yang melintas. Unjuk rasa ini digulirkan pendukung Ervin sebagai bentuk protes. Sebab, Ervin digantikan Mulan Jameela, yang melenggang ke DPR RI. Dedi Kurniawan, juru bicara Ervin Luthfi, menyebutkan pencoretan itu dilakukan sepihak oleh Gerindra.

"Mencederai demokrasi. Untuk itu, kami turun ke jalan untuk menyelamatkan demokrasi," ujar Dedi.

Bukan hanya itu saja. Caleg yang gagal melenggang ke Senayan gegara Mulan, Fahrul Rozi juga melemparkan serangan. Ia menilai keberadaan Mulan akan menjadi beban partai ke depannya.

"Masalah kemampuan kayaknya jadi beban partai dan fraksi. Karena jadi dan naiknya banyak kontroversi di masyarakat," ujar Fahrul, Senin (7/10/2019).

Fahrul bicara soal terdepaknya dia oleh Mulan. Ia mengaku mengetahuinya dari media. Mulanya ia mempertanyakan hal tersebut. Ia mengaku tidak tau kenapa Mulan bisa menggantikan posisinya.

"Tapi, setelah dipelajari, ternyata ini imbas dari putusan PN Jaksel dari gugatan Mulan cs," katanya.

Hal tersebut dianggap tidak etis oleh Fahrul. Apalagi, setelah itu Fahrul dipecat dari keanggotaan Partai Gerindra. "Kalau dari sisi politis sih enggak fair ya," kata Fahrul.

Fahrul lantas melaporkan hakim PN Jaksel ke Komisi Yudisial (KY) ddan Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA) terkait kepusutan PN Jaksel yang memenangkan gugatan Mulan Jameela. Fahrul menilai hakim PN Jaksel yang menangani perkara itu telah melebihi kewenangan.

"Masalah pemilu itu diselesaikan di MK. Hakim PN Jaksel pasti mengerti Undang-undang Pemilu," ujarnya.

"Ya kita gugat PN Jaksel. Gugatan sudah masuk," kata Fahrul.

Fahrul menambahkan, gugatan hakim PN Jaksel ke Bawas MA sudah masuk per tanggal 25 September 2019 lalu. Saat ini, Fahrul tinggal menunggu jadwal sidang.

"Kita tinggal nunggu sidang aja," ujar Fahrul.

Mulan sendiri seolah enggan menanggapi berbagai serangan itu. Ia hingga saat ini belum memberikan pernyataan maupun klarifikasi. Mulan memilih fokus dengan tugas barunya sebagai wakil rakyat. Seperti hari ini, ibu empat anak itu terlihat mengikuti kegiatan Fraksi Gerindra di DPR.

Pembelaan justru datang dari Gerindra. Waketum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menepis anggapan yang menyebut Mulan Jameela akan menjadi beban partai berlambang burung garuda itu. Ia mengatakan , jika tak memiliki kemampuan untuk menjadi anggota DPR, Mulan tidak akan ditetapkan sebagai caleg Gerindra.

"Loh ya (Mulan) cukup punya kemampuan dong. Kalau nggak punya kemampuan, masa kita kasih dia nyaleg waktu itu," kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/10).

Berita Populer