DLH Jatim Siapkan Program Antisipasi Dampak La Nina

Caption : Bissyaiful, Kepala Seksi Penanggulangan dan Pemulihan Pencemaran Lingkungan, ditemani oleh Idham selaku Kasebag TU.SP/ Mochammad Kasyfi Fahmi  

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur siap antisipasi pencemaran lingkungan karena La Nina. Program program positif akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Selasa (27/10/2020). 

Cuaca ekstrem yang terjadi di Jawa Timur menjadi sorotan bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim. Untuk mengantisipasi dampak La Nina, DLH sudah siap melaksanakan program program yang sudah direncanakan.

Bissyaiful, Kepala Seksi Penanggulangan dan Pemulihan Pencemaran Lingkungan mengatakan bahwa, "Akan diadakan "Gelar Pasukan", yang terdiri dari TNI, Polisi dan instansi terkait seperti Dinas Sosial dan BPBD agar siap siaga dalam antisipasi dampak La Nina," ujar Bissyaiful pada Tim Surabaya Pagi di Kantor DLH.

Gelar Pasukan rencananya akan berlangsung pada tanggal 3,5 dan 7 Oktober. Tanggal 3 dilaksanakan di Madiun, tanggal 5 di Probolinggo dan tanggal 7 di Gresik.

Selain Gelar Pasukan, DLH Jatim juga menghimbau Kabupaten/Kota untuk membersihkan sungai, memperhatikan saluran air dan sampah. Hal ini dilakukan untuk antisipasi banjir di cuaca ekstrem seperti saat ini.

Antisipasi bencana lain seperti longsor juga dilakukan oleh DLH Jatim, "Kami juga rehabilitasi lahan kritis untuk antisipasi bencana longsor, terutama di wilayah dataran tinggi," tambah Bissyaiful.

Untuk saat ini, DLH Jatim telah melaksanakan program dari pemerintahan pusat, yaitu Program Kampung Iklim. "Program Kampung Iklim atau Proling dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat terkait adaptasi dan dampak perubahan iklim," ucap Kepala Seksi Penanggulangan dan Pemulihan Pencemaran Lingkungan.

DLH Jatim menghimbau Kabupaten/Kota untuk menyiapkan saluran saluran pada wilayah rawan banjir. Hal ini menjadi harapan bagi DLH agar lingkungan semakin jauh dari pencemaran. mbi