•   Minggu, 29 Maret 2020
Surabaya

Dongkrak Kesejahteraan Madura Tak Cukup Rp 1 Triliun

( words)
Wakil Ketua DPRD Jatim, Ahmad Iskandar. Foto : SP/RIKO.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kesenjangan ekonomi dan kemiskinan di pulau Madura masih menjadi permasalahan besar bagi pemerintah. Legislatif asal Madura, Achmad Iskandar mengatakan pemimpin jangan hanya menjadikan Madura sebagai obyek kampanye saja.
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur (Jatim) ini menilai, kebutuhan untuk membangun Madura sangatlah banyak. Sehingga tidak elok kalau masyarakat di pulau garam itu hanya dijadikan sebagai objek pembangunan saja. “Jangan jadikan masyarakat Madura itu objek, tapi jadikanlah subyek, sehingga apapun program itu benar-benar bisa dirasakan dampaknya,” kata Iskandar, kemarin.
Mantan Ketua Komisi E DPRD Jatim tersebut juga menilai, pematokan nominal Rp1 triliun oleh salah satu kandidat calon gubernur Jatim untuk pembangunan Madura sangat tidak manusiawi. “Jangan dipatok angka, angka yang justru membuat Madura menjadi obyek, angka 1 Triliun itu jelas kurang manusiawi, karena masih banyak yang harus ditangani di Madura,” ingatnya.
Iskandar mencontohkan, untuk normalisasi Sungai Kemuning di Sampang saja memakan biaya Rp350 miliar, itu pun masih ada tambahan lagi RP 50 miliar untuk beli pompa sebagai penanggulangan banjir. “Itu baru untuk satu persoalan di satu kabupaten. Nah, apalagi untuk empat kabupaten yang ada di Madura,” papar anggota DPRD Jatim dua periode ini.
Apalagi di Madura juga masih perlu dibangun infrastruktur yang lebih tertata lagi. Sebagai lanjutan dibangunnya Jembatan Suramadu. "Jadi jangan mematok nominal, tapi berikanlah sesuai kebutuhan, dan jadikan wilayah Madura prioritas utama pembangunan," tegas Iskandar.
Menurutnya, tugas berat yang harus dilaksanakan pemimpin Jatim lima tahun ke depan adalah mengentaskan masyarakat Madura dari kemiskinan.
"Setidaknya lima tahun ke depan bisa mengurangi kemiskinan di Madura. Mengatasi masalah pendidikan, dan Kesehatan. Itu targetnya. Jangan dipatok dengan nominal seperti itu," ucap Iskandar.
Ia menceritakan, selama ini, DPRD Jatim dan Pemprov Jatim sudah sangat memprioritaskan pembangunan di Madura. Misalnya di tahun 2017 dan 2018 dengan APBD Jatim Rp 30 Triliun sebagian besar sudah mengalir ke Madura. “Anggaran yang ke sana sudah cukup banyak, saya tidak ingat berapa nominalnya,” pungkasnya. rko

Berita Populer