Dongkrak PAD Kota Kediri, Satpol PP Bentuk Tim JPAD

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Satpol PP Kota Kediri yang telah mendapat respon positif dengan Tim Reaksi Cepat Kerja Tuntas (RCKT) nya. Kini Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) Kota Kediri ini kembali membuat inovasi baru dengan membentuk Tim Jaring Pendapatan Asli Daerah (JPAD) Satpol PP untuk mendongkrak PAD Kota Kediri. Nantinya Satpol PP Kota Kediri ikut mensosialisasikan pentingnya membayar pajak. Langkah tersebut diapresiasi oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Agar berjalan optimal, Walikota Kediri mengingatkan agar Satpol Kota Kediri yang memiliki peran sebagai penegak Perda juga harus berkoordinasi dengan beberapa OPD terkait. Hal itu diungkapkan Abdullah Abu Bakar dalam acara Launching Tim Jaring Pendapatan Asli Daerah Satpol PP bersama Jurnalistik, Kamis (2/1/2020) bertempat di Mako Satpol PP Kota Kediri.

Dalam kesempatan ini Walikota Kediri juga meluncurkan empat armada baru Satpol PP Kota Kediri yang ditandai dengan pemecahan kendi. Empat armada baru tersebut adalah satu mobil pemadam kebakaran dan tiga mobil operasional Satpol PP Kota Kediri.

Pria yang akrab disapa Mas Abu itu menyampaikan setelah tim ini nanti terbentuk tentunya akan membutuhkan percepatan dan sistem yang bagus untuk menjalankannya. “Misalnya ada iklan daftarnya di DPM Cuma 10 buah kenyataannya yang terpasang 200 buah. Nah ini kedepan harus kita beri pinalti karena di Kota Kediri. Begitu juga seperti kost dan hotel kalau mereka tidak mau membayar pajak nanti juga akan ditindak Satpol PP. Tentu menindaknya dengan cara santun,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Mas Abu juga berpesan kepada Satpol PP Kota Kediri agar terus melakukan evaluasi terhadap sistem yang telah berjalan baik di Satpol PP. Terutama pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan. Apalagi psikologi masyarakat ini terus berubah jadi Satpol PP juga harus update dalam memberikan pelayanan. “Setiap tahun harus ada evaluasi. Program-proram yang gagal juga harus dievaluasi jangan hanya program-program yang berhasil saja. Kira-kira apa yang membuat gagal harus diperbaiki agar tidak terulang lagi,” pesannya.

Walikota muda berusia 39 tahun ini menambahkan saat ini kita hidup dalam era disruption. Tidak ada lagi batas antar daerah bahkan antar negara karena semua bisa dijangkau dengan internet. “Saya mengapresiasi Satpol PP Kota Kediri mengajak media. Karena saat ini masyarakat membutuhkan informasi yang cepat dan real time. Kita harus menjadi orang yang adaptif terhadap informasi yang begitu cepat ini. Memang diawal pasti tidak enak tapi pasti nanti juga akan terbiasa,” imbuhnya.

Sementara untuk mobil pemadam dan operasinal Satpol PP yang baru, Mas abu berharap agar bisa bermanfaat dalam membantu melayani masyarakat Kota Kediri. “Tolong mobil ini digunakan sebaik-baiknya. Jangan disalahgunakan,” pungkasnya. Can