•   Jumat, 15 November 2019
Hukum & Pengadilan

dr Tompi, Anggap Anak Amien Rais Konyol

( words)
Penyanyi yang juga dokter bedah estetika Teuku Adifitrian atau Tompi memberikan kesaksian dalam sidang kasus dugaan penyebaran berita bohong dengan terdakwa Ratna Sarumpaet di PN Jakarta Selatan, Jakarta, kemarin. (Foto: SP/IST)


SURABAYAPAGI.com - Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik, Teuku Adifitrian atau Tompi ditanya soal video Hanum Rais, anak Amien Rais, yang merasa simpati dengan kabar penganiayaan Ratna Sarumpaet. Tompi menilai Hanum tidak punya kapasitas untuk mengaku sudah memeriksa Ratna karena beliau dokter gigi.
"Di video itu digambarkan bagaimana mereka berjalan berdua keluar dari salah satu pendopo gitu belakangnya, kemudian Hanum Rais menceritakan sudah memeriksa yang bersangkutan dan yakin betul bahwasanya ini adalah korban pemukulan dan ini adalah contoh Cut Nyak Dien buat dia, di situ ya konyol aja buat saya gitu," kata Tompi saat bersaksi dalam sidang lanjutan Ratna Sarumpaet di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Selasa (23/4).
"Pertama kapasitas dia dokter gigi bukan dokter umum gitu, bukan spesialis bedah, tentu tidak punya kemampuan untuk mengevaluasi," imbuhnya.
Tompi menyebut Hanum merupakan dokter gigi yang beda ilmu dengan dokter bedah estetika. Jenjang sekolah dokter gigi juga berbeda dengan sekolah kedokteran yang dimulai dari dokter umum.
"Beda ranah gitu satu dokter gigi beda ranah, ilmunya beda. Sekolahnya beda banget. Dokter gigi itu sendiri bukan dari dokter umum terus jadi dokter gigi. Kalau kapasitas dia sebagai dokter umum masih punya kapasitas untuk itu. Jadi banyak menurut saya yang ganjal," sambung Tompi.
Tompi menyoroti pemeriksaan yang menurut Hanum sudah dilakukan terhadap Ratna. Dia menilai Hanum salah mendiagnosa.
"Kedua dia sudah mengaku memeriksa. Artinya kalau memeriksa sudah ada pertanggungjawaban ilmiahnya. Artinya kalau sudah memeriksa dan salah ada dua kesimpulannya satu tidak mampu kedua atau berbohong," sambungnya.
Sementara itu Tompi menerangkan prosedur memeriksa yang dilakukan bedah plastik. Pertama dari interview, anamnesa hingga pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik itu dengan cara diraba.

Berita Populer