•   Senin, 18 November 2019
Peristiwa Nasional

Dugaan Mafia di Laga MU vs Persib, Penyidik Jemput Bola

( words)
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Kombes Pol Gideon Arif Setyawan.


Satgas Anti Mafia Bola wilayah Polda Jatim menyorot laga Madura United vs Persib Bandung. Ada laporan wasit yang memimpin pertandingan diduga berpihak. Laga Madura United vs Persib di Stadion Bangkalan, Sabtu (5/10) dalam pantauan Satgas Anti Mafia Bola. Dalam laga itu, tuan rumah menang 2-1 lewat penalti yang dinilai cukup kontroversial.
Wartawan SurabayaPagi,
Hendarwanto

Saat ini, penyidik satgas antimafia bola mendatangi sumber-sumber yang tahu tentang bola. " Kita saat ini sedang mendatangi sumber untuk dimintai keterangan," terang Kasatgas Anti Mafia Bola Kombes Pol. Gideon Arif Setyawan, Rabu (9/10/2019).

Ia menambahkan, pihaknya serius dalam menangani kasus ini. “Memang terkait maraknya pemberitaan di sosial media mengenai hasil pertandingan sepak bola antara Madura United Vs Persib Bandung, maka kami melakukan langkah melakukan penyelidikan terkait informasi keberpihakan wasit saat memimpin pertandingan antara Madura United vs Persib pada 5 Oktober 2019 lalu,” papar Gideon saat dikonfrimasi, Selasa (8/10/2019).

Saat ditanya apa langkah yang akan dilakukannya, Gideon menyebut akan melakukan beberapa tahapan. Misalnya mempelajari dan menganalisa kembali rekaman video pertandingan.

"Nanti kami akan mengundang pengamat bola untuk mendapatkan referensi terkait kejadian tersebut," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya akan melakukan penyelidikan kepada berbagai pihak. Misalnya dari perwakilan suporter kedua pihak untuk menyerap informasi terkait pertandingan.

Gideon menambahkan pihaknya juga akan mengkonformasi penyelenggara acara atau perangkat pertandingan yang bertugas pada saat pertandingan. Informasi tersebut dibutuhkan untuk mengetahui apakah dugaan keberpihakan wasit benar terjadi.

Madura United pun merespons langkah kepolisian tersebut.

"Ya kalau diperiksa silakan saja. Apa yang mau diperiksa?" kata manajer Madura United Haruna Soemitro, kemarin.

"Ya kalau wasitnya yang berat sebelah ya wasitnya yang diperiksa, bukan klubnya."

"Ya artinya kalau case-nya pertandingan kemarin, pertandingan aneh-aneh lah ya, yang aneh Madura lawan Persib, kan gitu, apakah yang lain juga gak ada? Sekarang fokusnya ya kami ikuti sajalah ya," jelasnya.

Pinalti Gaib

Diberitakan sebelumnya, Pertandingan pekan ke-22 Liga 1 2019 yang mempertemukan Madura United vs Persib Bandung menuai sorotan publik sepak bola Indonesia. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Sabtu (5/10/2019) itu dimenangkan Madura United dengan skor tipis 2-1.


Image

Akan tetapi, kemenangan tim Laskar Sapeh Kerrab, julukan Madura United, atas Persib itu terkesan kontroversial. Madura United memastikan kemenangan melalui gol Alberto "Beto" Goncalves lewat titik putih pada menit ke-64. Sorotan publik mengarah pada keputusan wasit Faulur Rosy yang tiba-tiba saja memberikan penalti untuk Madura United.

Wasit Faulur Rosy menganggap Bek Persib, Achmad Jufriyanto, melakukan pelanggaran kepada gelandang Madura United, Diego Assis. Pemain asal Brasil itu memang terlihat terjatuh usai bola yang dikuasainya berhasil direbut Jupe, panggilang Achmad Jufriyanto.

Akan tetapi, dalam tayangan ulang, kedua pemain tersebut terlibat dalam duel yang fifty-fifty. Namun tidak terlihat adanya kontak kaki yang terjadi antara Jupe dan Assis dalam perebutan bola tersebut. Protes keras sempat dilakukan para pemain Persib kepada wasit.

Namun, Faulur Rosy tetap pada keputusannya untuk memberikan penalti kepada Madura United. Beto yang menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, untuk membawa Madura United unggul 2-1 atas Persib.

Hasil tersebut, bertahan hingga laga usai. Tidak hanya soal keputusannya memberikan penalti "gaib" untuk Madura United. Akan tetapi ada beberapa keputusan kontroversial lain yang juga sering dibuat wasit Faulur Rosy.

Wasit asal Banda Aceh itu cenderung bersikap agresif ketika pemain Persib berupaya merebut bola dari lawan. Ketika bola berhasil direbut dan pemain lawan terjatuh, wasit tak segan meniup peluit dan menganggap pemain Persib melakukan pelanggaran.

Padahal dalam beberapa momen, terlihat upaya perebutan bola yang dilakukan pemain Persib dari pemain Madura United cukup bersih, dan bahkan minim kontak fisik. Hal tersebut yang kemudian dikeluhkan oleh kapten Persib, Supardi Nasir.

Supardi tidak hanya mengeluh, dia bahkan berang dengan keputusan-keputusan wasit yang seolah merugikan timnya. "Wasit seperti tidak memperbolehkan kami merebut bola dari lawan. Karena sentuh sedikit pemain lawan jatuh dan pelanggaran, sepak bola seharusnya seperti apa? Maunya seperti apa?" ujar Supardi, seusai laga.

"Terlalu banyak keputusan yang merugikan kami. Untuk apa kami latihan setiap hari, pagi-sore, main bola seperti ini. Mau ke mana arah sepak bola kita kalau seperti ini terus," lanjut dia.

Berita Populer