Dugaan Pemangkasan Dana Desa di Talango, Anggota DPRD Enggan Berkomentar

Gedung DPRD Kab. Sumenep.SP/bl

 

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Dugaan pemangkasan jalan paving di Dusun Sakolaan II yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Talango Adnan, menjadi pembahasan Anggota DPRD Kab. Sumenep, hanya saja mereka memilih untuk tidak dimediakan sebelum melakukan Survey.

Politisi partai PDI sekaligus Ketua Komisi I  DPRD Kab. Sumenep, Darul Fath mengajak untuk membahas persoalan dugaan pemotongan panjang dan lebar proyek paving desa itu di Kantornya, agar permasalahannya cepat clear, dan ada titik temu.

"Sebaiknya wawancara di kantor saja" jawabnya singkat,

Namun karena ada hal yang sipatnya mendesak maka pertemuan ditunda, akhirnya mengusulkan agar bisa menghubungi saudara Akis Jazuli mewakili Dapilnya yang sama-sama Anggota DPRD asal Talango.

Setelah di hubungi melalui ponsel selulernya Akis Jazuli tidak merespon dan hanya membaca kiriman pesan yang dikirim melalui WhatsApp pribadinya.

Akis adalah politisi partai Nasdem yang mewakili Dapil V termasuk Desa Talango, hanya saja, dirinya belum bisa berkomentar dan hanya membaca pemberitaan yang di kirim media Surabaya pagi.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kab. Sumenep, Indra Wahyudi mengarahkan media untuk konsultasi ke Komisi I atau perwakilan dapilnya, sebab mereka yang memiliki kewenangan untuk bicara mengenai Dana Desa.

"Sampean langsung menghubungi ketua Komisi I DPRD atau bisa perwakilan di desanya" katanya kepada Surabaya pagi (5/8).

Dugaan pemotongan dana desa yang diduga kuat di pangkas kepala desa akan menjadi perbincangan hangat di meja DPRD.

Sebelumnya Kepala Desa Talango, Adnan mengajak agar bersama-sama melakukan ukur ulang, agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan warganya.ar