Duh Ketipu Ambek Bu Risma Rek, Durung Isok Swab

Pengumuman di layanan Labkesda Surabaya Jl Gayungsari Surabaya, yang masih belum bisa melayani tes swab untuk warga kota Surabaya. SP/Byta

 

 

Sehari Setelah Peresmian Labkesda Surabaya Swab Gratis

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wali Kota Surabaya telah meresmikan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Surabaya di Jalan Gayungsari no 124, Surabaya, Selasa (15/9/2020) kemarin. Wali Kota Tri Rismaharini pun mengklaim bahwa kota Surabaya memiliki laboratorium kesehatan untuk pemeriksaan tes Swab untuk masyarakat secara gratis dan cepat, pertama dan satu-satunya di Indonesia. Akan tetapi, satu hari setelah peresmian, beberapa warga Surabaya ketipu alias kecele. Pasalnya, Labkesda masih belum menerima tes swab gratis untuk warga Surabaya. Alhasil, puluhan hingga ratusan warga dalam sehari sejak pagi hingga sore pun, kecewa dan ngerundel.

 

“Lha ya opo seh. Habis diresmikno, wis diworo-woro, tapi kok jik durung terimo layanan. Malah diarahno ke tempat lain,” celetuk Pandu, salah satu warga yang kecele, saat datang di Labkesda Surabaya, curhat ke Surabaya Pagi, Rabu (16/9/2020).

Ia menyayangkan, seharusnya dengan diresmikan dan diberitakan besar di beberapa media, Labkesda sudah harus bisa menerima layanan untuk umum.

“Seharusnya khan bisa nerimo tho. Ngene lak nyusahno wong, wis adoh-adoh. Mending dari awal dijelaskan saat peresmian, kalau beroperasi untuk umum tanggal berapa. Saya iki adoh-adoh teko Mulyosari, tapi koyok ngene kenyataane. Ketipu dadhakno ambek pemberitaane bu Risma,” tambahnya, kecewa.

Tak hanya Pandu, juga dialami beberapa warga yang silih berganti masuk ruangan utama dengan tujuan ingin melakukan tes swab gratis khusus warga kota Surabaya.

Dari pantauan Surabaya Pagi di Labkesda Surabaya, Rabu (16/9/2020), dari pukul 10:00 WIb hingga pukul 14:00 WIB, sudah puluhan bahkan nyaris ratusan, warga yang pulang dengan raut wajah kecewa. Dan tidak sedikit yang marah-marah akibat ketidak jelasan informasi yang disampaikan para petugas Labkesda Surabaya di Jalan Gayungsari 124 Surabaya itu.

 

Kepastian Beroperasi

Para petugas hanya mengatakan bila untuk Rabu (16/9/2020), tes swab belum dapat dilayani untuk masyarakat Kota Surabaya maupun luar kota Surabaya, serta belum dapat memastikan kapan mulai dapat beroperasi.

Para petugas pun menyarankan kepada warga Surabaya untuk pergi ke Rusun Penjaringan Sari, Pasar Keputran, Pasar Keputih, atau ke GOR Pancasila pada pagi hari pukul 06:00 WIB, bila ingin mengikuti swab test massal.

"Coba Pasar keputih, pasar Keputran, Rusun Penjaringan Sari, atau Gor Pancasila bisa.

Bawa fotocopy KTP atau KSK, sementara warga Surabaya yang bisa ikut tes swab massal dengan kuota 1.000 lebih jangan sampai pukul 7.00 pagi karena nanti kuotanya pasti habis," terang Samsul selaku petugas Labkesda.

 

Warga Marah-marah

Mendengar pernyataan petugas Labkesda, salah satu warga Surabaya selain Pandu, pun marah-marah. "Gimana sih ini! Dibilang belum bisa, gak jelas alasannya. Nglantur. Katanya (petugas) belum tau. Malah disuruh ke Penjaringan Sari juga bisanya pagi saja. Ini saya mau swab untuk keperluan luar pulau. KTP luar kota juga belum bisa. Yang benar dong kalau buat kebijakan," kata pria paruh baya yang tidak mau disebutkan namanya kepada Surabaya Pagi, Rabu siang kemarin.

Senada dengan pria paruh baya, juga dialami oleh Sari juga mengatakan bila dirinya tidak bisa melakukan test swab padahal sang suami sudah terjangkit positif Covid-19.

"Suami saya positif, saya datang untuk melakukan test swab tapi tidak dilayani karena hal yang tidak jelas. Saya mau ke rusun tadi tapi katanya harus pagi. Harusnya ada informasi jelas sejak peresmian kemarin dari bu Risma atau Pemkot, biar kita tidak bingung," keluh Sari, di depan pintu keluar Labkesda, Rabu (16/9/2020).

Toni juga mengatakan hal yang sama bila dirinya sangat kecewa karena tidak bisa melakukan test swab seperti yang diberitakan oleh banyak media. "Ini loh mbak, banyak kan media yang nulis ini bisa swab gratis. Lah kok datang kesini nggak bisa. Nggak jelas lagi kapan bisanya. Kan rugi sudah jauh-jauh. Padahal bu Risma bilangnya gratis, dan layanan 24 jam. Tapi, pretttt," kata Toni, kecewa.

 

Kepala Labkesda Bingung

Surabaya Pagi pun kemudian meminta konfirmasi kepada Kepala Labkesda, dr. Umi. Namun, dr Umi enggan memberikan konfirmasi dan penjelasan kepada Surabaya Pagi terkait banyaknya masyarakat yang kecele dan tidak mendapat penjelasan yang jelas dari pihak Labkesda.

Sebelumnya, pada hari yang sama telah dilaksanakan rapat antara pihak Labkesda Surabaya bersama Pemerintah Kota Surabaya, namun perwakilan dari pihak Labkesda enggan untuk menyampaikan hasil dari rapat tersebut

Perwakilan tersebut hanya mengatakan bila mengikuti sesuai apa yang telah di ucapkan oleh Tri Rismaharini selaku Wali Kota Surabaya seperti informasi yang sudah tersebar di beberapa media.

Akan tetapi, dr. Umi menegaskan bila akan mengatur prosedur agar hari berikutnya agar masyarakat tidak pulang dengan sia-sia. "Intinya sesuai apa yang di bilang Ibu Wali Kota. Kami juga bingung tidak bisa melayani hari ini, kami masih menunggu perintah. Besok (Kamis hari ini, red) kami usahakan dengan membuat prosedur yang jelas," pungkas dr. Umi.

 

Risma: Labkesda Buka 24 Jam

Sebelumnya, Selasa (15/9/2020), Wali Kota Risma gembar-gemborkan bahwa memiliki Labkesda pertama di Surabaya yang bisa melakukan tes swab gratis dan cepat bagi warga kota Surabaya.

Risma pun berharap warga Surabaya yang sering bolak-balik ke luar kota dan datangnya ke Surabaya malam-malam, maka diharapkan bisa mampir ke laboratorium tersebut sebelum pulang ke rumahnya masing-masing.

“Seperti para sopir atau pengusaha yang sering ke luar kota dan mungkin datangnya malam-malam, Saya harap sebelum masuk rumah tes dulu di sini. Karena ini buka 24 jam nonstop, supaya kalau masuk ke rumahnya sudah dalam kondisi aman, kasihan keluarganya nanti kalau tertular, apalagi ini tesnya gratis untuk warga Kota Surabaya,” ujar Risma, pada peresmian, Selasa (15/9/2020).

Bahkan, bagi warga luar Kota Surabaya atau yang tidak ber-KTP Surabaya, juga bisa melakukan tes swab di laboratorium tersebut, dengan dikenakan biaya sebesar Rp 120 ribu. “Meskipun peralatannya kami diberi BNPB dan swasta, tapi dalam Perda kami ada ketentuan biaya Rp 120 ribu itu. Saya kira itu sudah sangat murah sekali,” imbuhnya.

Tri Rismaharini juga menjelaskan bahwa laboratorium itu dapat memeriksa sampel 2.000-4.000 sampel setiap harinya. Kemudian untuk hasilnya, bisa diketahui 2-3 hari ke depannya.

Namun, ke depannya khusus warga Kota Surabaya seperti para sopir atau pengusaha yang bolak-balik ke luar kota, maka akan difasilitasi tes swab gratis dan cepat. Bahkan, hasilnya bisa ditunggu karena hanya membutuhkan waktu 1 jam atau 1,5 jam.

“Saya berharap laboratorium ini bisa mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus ini. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaatkan untuk siapa saja. Dengan adanya laboratorium ini, diharapkan penyakitnya tidak nambah, tapi diharapkan akan semakin turun,” terangnya.

 

Untuk Non KTP Surabaya

Pernyataan Risma pun dikuatkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita. Warga Surabaya yang baru saja bepergian keluar kota dan kembali ke Surabaya, bisa langsung datang ke Labkesda. Bahkan bagi warga yang tidak ber-KTP Surabaya, bisa memanfaatkan layanan tes swab di Labkesda. Tentunya, warga luar daerah yang ingin memanfaatkan layanan itu harus melampirkan surat keterangan domisili dimana ia tinggal di Surabaya beserta tujuannya. “Kemudian kalau hanya menginap di hotel, maka dia harus menunjukkan reservasi menginap di hotel," kata Febria.

Lanjutnya, setiap ada warga luar daerah yang tinggal di Surabaya akan diawasi oleh RT/RW beserta kelurahan dan kecamatan setempat. Termasuk jika warga luar daerah itu datang ke Surabaya bertujuan untuk berkunjung ke rumah saudara.

"Kalau tinggal di Surabaya kurang dari tiga hari maka tidak perlu (swab). Karena persyaratannya memang minimal tiga hari," jelas dia. byt/cr2/rmc