•   Selasa, 12 November 2019
Peristiwa Nusantara

Dukung Penuh Industri Kreatif

( words)
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro Agus Supriyanto (kiri) bersama Endri Kurniawati di Bojonegoro.


SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mendukung program "Pendampingan Komunitas Kreatif Bekraf” atau Kombet Kreatif kepada para pelaku usaha ekonomi dan industri kreatif.

"Pemkab mendukung pendampingan Bekraf. Sebab, pelaku ekonomi dan usaha industri kreatif di daerah kami masing lemah dibidang pemasaran melalui digital," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro Agus Supriyanto, kemarin.

Oleh karena itu, menurut dia, pemkab memfasilitasi kegiatan program pendampingan Komunitas Kombet Kreatif kepada pelaku ekonomi dan industri kreatif di daerahnya.

"Ada 40 pelaku ekonomi dan industri kreatif yang mengikuti kegiatan ini, yang sebelumnya sudah melalui seleksi," ujarnya menegaskan.

Pada kesempatan itu, ia meminta kepada para peserta program pendampingan Kombet Kreatif untuk membagikan ilmu yang diperoleh kepada pelaku ekonomi dan industri kreatif lainnya.

"Kami minta ilmu yang diperoleh disampaikan kepada teman-temannya agar bermanfaat," ucapnya.
"Marketing Tempo Institute" Sinta Rachmawati menjelaskan program "Pendampingan Kombet Kreatif kepada pelaku ekonomi dan industri kreatif akan berlangsung selama tiga.

Peserta, lanjut dia, akan memperoleh berbagai materi terkait memasarkan produksinya dengan "membranding", melalui digital.

"Banyak industri kreatif yang masih lemah di bidang pemasaran melalui digital," ujarnya.

Ia mencontohkan di Belu, Atambua, ada produksi industri kreatif yang pemasarannya masih tradisional juga mengandalkan penjualan dari wisatawan yang datang.

Tapi, lanjut dia, setelah pemasaran juga branding dilakukan melalui media digital, seperti facebook, instagram, dan twitter maka perajin tenun di daerah setempat banjir pesanan. Menurut dia, Bojonegoro juga memiliki berbagai produk unggulan antara lain, batik "Jonegaran", dengan berbagai motif yang sudah dipatenkan.

"Tapi gaungnya masih kurang karena kurangnya promosi," ujarnya.bo

Berita Populer