•   Kamis, 21 November 2019
Ekonomi NKRI

E-AMMDes, Senjata Baru Kemenperin Gapai Kemandirian Sektor Industri

( words)
Mobil E-AMMDes SP/Kemenperin


SURABAYAPAGI.com - Taktik Kemenperin untuk gapai kemandirian industry dalam negeri di masa mendatang yakni dengan menggandeng beberapa universitas ternama di Indonesia untuk mengembangkan Alat MEkanis Multiguna Pedesaan berbasis tenaga listrik (e-AMMDes).

Pengembangan itu digalakkan khususnya mengenai penguasaan teknologi kendaraan elektrik. Univeritas yang digandeng oleh kemenperin yakni, Institut Trknologi Bandung. Serta dua perusahaan besar yakni Astra Otoparats dan PT. Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI).

Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Harjanto, kendaraan itue-AMMDes diciptakan menggunakan teknologi elektrik yang sudah diuji coba.

“Masih ada beberapa hal teknis yang masih harus dikembangkan. Namun secara keseluruhan, kendaraan ini untuk pertama kali diproduksi dan sudah diujicobakan, ternyata cukup reliable karena dilengkapi dengan konsep power charging,” kata Harjanto di Jakarta, Sabtu (7/9).

Harjanto menjelaskan, selain akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, program e-AMMDes ini juga dinilai dapat membuka peluang bagi pelaku industri komponen di dalam negeri untuk menguasai kemampuan bidang penelitian dan pengembangan (R&D), terutama dalam hal rancang bangun dan teknologi desain.

“Apalagi, pemerintah telah memfasilitasi pemberian super tax deduction hingga 300% bagi perusahaan yang menciptakan inovasi dari hasil litbangnya,” ujarnya. Skema insentif fiskal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perubahan atas PP No. 94 tahun 2010 tentang Perhitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan Dalam Tahun Berjalan.

Skema insentif fiskal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perubahan atas PP No. 94 tahun 2010 tentang Perhitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan Dalam Tahun Berjalan.

Oleh karena itu, guna membangun perekonomian berbasis inovasi dan seiring bergulirnya era industri 4.0, diperlukan sebuah lompatan kemajuan bangsa melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Jadi, industri 4.0 itu tidak hanya dalam proses produksi, melainkan juga di seluruh rantai nilai industri sehingga melahirkan model bisnis yang baru dengan basis digital guna mencapai efisiensi tinggi dan kualitas produk yang lebih baik,” paparnya.

Berita Populer