•   Jumat, 28 Februari 2020
Kriminal

Eks Petinggi Kopassus Rumahnya Diteror

( words)
Mantan Deputi Basarnas Mayjen (Purn) Tatang Zainuddin


SURABAYAPAGI.com - Mantan Deputi Basarnas, Mayor Jenderal (Purnawirawan) TNI, Tatang Zaenudin tidak bisa menyembunyikan kekesalannya atas teror penembakan yang terjadi di kediamannya di Jalan Bukit Pasir, Cimanggis Depok, Jawa Barat.
Penembakan tersebut terjadi, saat istri Tatang tengah duduk di teras.
"Awalnya, saya tidak percaya terjadi satu teror kepada saya. Karena laporan dari istri yang syok, saya katakan tidak usah syok, saya akan datang. Terus, saya suruh untuk lapor pada pihak yang berwajib dan saya katakan jangan takut mudah-mudahan pelakunya segera tertangkap," kata Tatang, saat ditemui di kediamannya, Minggu 4 Februari 2018.
Tatang menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Selasa siang, 30 Januari 2018. Saat itu, ia mengaku tidak ada di rumah, sedang melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah. Terkait hal itu, ia menegaskan, dia tidak akan gentar.
"Maka, siapa pun juga pelaku dan dalangnya akan saya hadapi. Saya tidak akan pernah takut pada manusia apapun di muka bumi ini demi kebenaran. Saudara (pelaku) sudah menabuh genderang perang, maka akan saya hadapi. Hanya ada satu tugas pokok dalam diri saya, apakah saya dibunuh atau Anda yang saya bunuh. Tidak ada kata lain, tidak ada kata maaf," tegas Tatang.
Mantan petinggi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini menilai, jika hal itu dibiarkan, bukan tidak mungkin akan timbul korban lainnya. "Jangan sampai ada manusia-manusia yang seperti itu hidup di muka bumi ini. Dan, itu akan saya cari, akan saya hadapi," tambahnya.
Pensiunan bintang dua TNI AD itu juga menegaskan, jika pelaku maupun kelompoknya telah ditemukan, Tatang mengancam akan mengerahkan massa yang dia pimpin.
"Sudah banyak relawan-relawan saya, pendukung saya, untuk melakukan suatu tindakan, tinggal menunggu perintah saya. Namun, saya katakan, ini belum ada kejelasan dari pihak Kepolisiain, kita tidak perlu melakukan tindakan yang memperkeruh. Tetapi, apabila nanti sudah diketahui orang atau kelompok atau golongan tertentu, maka saya akan hadapi dengan massa saya," terang Tatang.
"Jangan saudara yang melakukan teror ketawa. Tunggu, saya pasti akan bisa menangkap kamu, termasuk dalang kamu, tidak ada kata lain. Akan saya selesaikan kalian," lanjutnya.
Ketika disinggung apakah mengenal atau mengetahui pelaku teror, Tatang menyerahkan sepenuhnya kepada Kepolisian, dalam hal ini Polresta Depok. Ia memastikan, tidak pernah memiliki musuh atau pun persoalan dengan pihak mana pun. Walau banyak yang mengaitkan teror ini dengan perjalanan politiknya yang sempat digadang-gadang sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat.
"Saya yakinkan itu kurang benar. Kebenaran terkait motif teror, saya yakin akan terungkap jika pelakunya tertangkap dan siapa dalang dari ini semua. Kami minta Polri untuk segera bertindak, agar kami mendapat keadilan hukum," ujarnya.
Untuk diketahui, aksi penembakan yang dilakukan orang tak dikenal itu terjadi sekira pukul 14:45 WIB, Selasa 30 Januari 2018. Ketika itu istri Tatang, Euis, sedang duduk santai di teras rumah, namun tiba-tiba dikejutkan dengan suara letusan yang cukup keras.
Awalnya, Euis mengira itu adalah suara pohon jatuh. Namun, setelah diperiksa ternyata ada lubang bekas tembakan yang mengenai tembok tak jauh dari lokasinya duduk. Hingga kini kasusnya masih dalam penyelidikan polisi. (viv/cr)

Berita Populer