•   Senin, 24 Februari 2020
Keuangan Syariah

EkSyar Segera Berjalan, Begini Masterplannya

( words)
Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Afdhal Aliasar. SP/Ist


SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Sebagai langkah trobosan untuk mempercepat pertumubuhan ekonomi Syariah Republik Indonesia, Presiden Jokowi akan segera merilis dan menyerahkan strategi pembangunan ekonomi dalam bentukMasterplan Ekonomi SyariahIndonesia (MEKSI) 2019-2024 pada awal tahun 2020 mendatang.

Saat ini, rencana implementasi tersebut sedang memasuki tahap penyebaran kepada stakeholder terkait. Agar mereka memahami gambaran pengembangan ekonomi syariah dan tugas mereka di dalamnya.

Stakeholder tersebut termasuk kementerian, lembaga, hingga pelaku industri. Jika semua pihak sudah terinformasi, maka laporan akan disampaikan pada Wakil Presiden KH. Maruf Amin yang akan jadi ketua harian KNKS setelah revisi Peraturan Presiden tentang KNKS.

Afdhal menyampaikan revisi perpres tersebut akan menjadi dukungan lebih besar pada KNKS yang namanya juga akan diubah. KNKS akan berganti nama jadi Komite Nasional Ekonomi Syariah yang memiliki ruang lingkup fokus lebih luas.

Saat ini perpres sedang direvisi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KemenPAN-RB). Diperkirakan revisi akan selesai pada awal tahun 2020.

Dalam Masterplan EkSyar ini, rencana implementasi akan memuat fokus kerja pengembangan ekonomi syariah dan detail implementasi yang akan dimuat secara rinci masing-masing rencana kerja beserta pihak-pihak pelaksana.

Direktur Pengembangan Ekonomi Syariahdan Industri Halal Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Afdhal Aliasar menyampaikan laporan tersebut sebenarnya sudah selesai.

"Hanya saja kita sedang tahap mengkomunikasikan ke stakeholder terkait agar masing-masing memahami, siapa mengerjakan apa, insiatif apa yang beririsan," kata dia.

Bisnis halal terkait lebih kepada arah pengembangan pelaku industri. Mulai dari UMKM yang akan didorong untuk memperbanyak produksi produk halal, hingga pelaku industri sektor ekonomi syariah. Termasuk pelaku riset, akademisi, dan lainnya.

Posisi strategis KNKS sendiri akan tetap sama sebagai lembaga yang mensinergikan dan jadi katalis dalam pengembangan ekonomi syariah. Namun dengan adanya Wapres sebagai ketua pelaksana harian, akan ada dorongan yang lebih kuat untuk menjadi sinergi.

Berita Populer