•   Minggu, 29 Maret 2020
Otonomi Daerah

Empat Bacabup dan Bacawabup Sidoarjo Mendaftar ke Partai Nasdem

( words)
Ketua DPD Partai Nasdem Sidoarjo Ainun Yakin (kanan) didampingi Ahmad Rodi tunjukkan berkas 4 bacabup dan bacawabup Sidoarjo


SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Kendati meraih dua kursi DPRD Sidoarjo, DPD Partai Nasdem Sidoarjo tetap membuka Program Indonesia memanggil untuk menjaring Bacabup maupun Bacawabup pada perhelatan Pilkada 2020 di Kabupaten Sidoarjo dan ternyata mendapat respon cukup positif.
Ini seiring dengan munculnya enam nama yang mendaftar secara resmi sebagai Bacabup dan Bacawabup melalui Partai Nasdem namun yang mengembalikan formulir hanya empat nama.
Ketua DPD Partai Nasdem Sidoarjo Ainun Yakin bersama Achmad Rodi sekretaris DPD Partai Nasdem Sidoarjo menyampaikan, keempat nama yang mengembalikan itu diantaranya H.Dondik Agung Subroto, Ambudi Putra Laksana dan Ahmad Mudhlor untuk posisi Cabup, dan satu nama untuk posisi Cawabup yakni Candra Kartika Sari seorang guru.
“Sebenarnya ada enam orang yang mengambil formulir pendaftaran sejak dibuka pada 30 September hingga 23 Oktober 2019 kemarin. Namun setelah batas waktu hanya empat nama diatas yang mengembalikan formulir, yang dua nama yakni Rukin dan Kisyanto tidak mengembalikan formulir,” ujar Ainun Yakin, Kamis (24/10).
Menurut Ainun Yakin, karena penjaringan yang dilakukan Partai Nasdem untuk Cabup dan Cawabup ini bersifat terbuka dan tanpa mahar, maka Partai Nasdem tidak melihat latar belakang pendaftar itu kader ataupun tidak.
Yang penting menurut Ainun Yakin, siapa saja yang mendaftar adalah putra terbaik daerah.
“Pokoknya yang terbaik yang akan kita usung,” ujar Ainun Yakin.
Selanjutnya pada tahap kedua, segera dilakukan pleno bersifat administratif, yang diikuti pengurus DPD dan perwakilan DPW.
“Dari hasil pleno yang akan kita gelar pada 26 Oktober 2019 lusa, akan kita bawa ke DPW dan DPP untuk bisa diputuskan siapa yang mendapatkan rekomendasi,” jelas Ainun Yakin.
Sementara itu sekretaris DPD Partai Nasdem Sidoarjo Achmad Rodi menambahkan, selain membuka pendaftaran, pihaknya sebenarnya juga melakukan metode jemput bola dengan melakukan komunikasi ke beberapa nama yang memiliki elektabilitas tinggi.
Diantaranya H.Nur Ahmad Syaifuddin, H.Sulamul Hadi Nurmawan, Achmad Amir Aslichin, Ahmad Mudhlor dan beberapa nama lain.
Dari metode itu, hanya Achmad Mudhlor yang berinisiatif untuk mendaftarkan diri dan mengembalikan formulir pendaftaran. sg

Berita Populer