•   Sabtu, 14 Desember 2019
Perbankan

Era Digital, OJK Serukan Bank Turunkan Agen

( words)
Salah satu kantor cabang bank BRI. SP/ugm


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Seiring dengan pesatnya pekermbangan teknologi, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menganggap bahwa bank-bank di Indonesia seharusnya sudah tidak membuka cabang lagi.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso saat ditemui di Kantor OJK, Jakarta pekan ini.

Pihaknya menganggap bahwa dengan dalih meningkatkan pelayanan, bank seharusnya tidak perlu menambah kantor cabang lagi karena hal itu dianggap tidak efektif.

Selain itu, hal tersbut juga dinilai memakan biaya yang tidak sedikit dan membutuhkan waktu lebih lama untuk beroperasi secara optimal.

Untuk itu, salah satu cara menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, yakni dengan menurunkan sejumlah agen ke wilayah-wilayah itu untuk secara aktif mendatangi masyarakat.

Pihaknya menganggap bahwa kehadiran agen dinilai dapat menggantikan kantor-kantor cabang yang selama ini hadir di wilayah.

“Cara buka cabang dan kemudian meminta insentif itu metode yang sudah using. Cukup dengan ada kantor cabang terdekat yang mengurus agen-agen tersebut, biar nanti agen itu yang terjun ke remote area,” jelasnya.

Ia mengatakan, cara ini dapat mengurangi biaya operasional bank secara signifikan karena tidak mengeluarkan uang untuk membangun kantor ataupun menggaji lebih banyak tenaga kerja. Hal ini juga nantinya dapat berimbas pada turunnya suku bunga yang diberlakukan bank-bank tersebut.

"Jadi tak perlu ramai-ramai, seperti BRI buka cabang unit di remote area. Enggak perlu. Sekarang teknologi memungkinkan dengan membuka agen sebagai hub untuk kredit ritel, untuk tabungan, atau servis lain,” imbuhnya.

Berita Populer