•   Kamis, 27 Februari 2020
Peristiwa Internasional

Erdogan Hiraukan Permintaan Trump

( words)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan SP/Rtr


SURABAYAPAGI.com – Setelah kemarin Trump melakukan pembicaraan dengan Erdogan lewat telepon untuk mengutarakan maksud menghentikan invansi atas Suriah.

Erdogan yang diancam oleh AS dengan Sanksi Ekonomi. Kini, menolak dengan tegas gencatan senjata yang diserukan oleh Donald Trump.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan tidak akan menerima tekanan untuk melakukan gencatan senjata atas serangannya terhadap milisi Kurdi di Suriah.

Sikap Erdogan itu muncul ketika ditanya jurnalis Sky News, Alex Crawford, apakah permintaan AS untuk gencatan senjata membuatnya khawatir. "Mengapa kita harus begitu? Saya tidak akan berbicara dengan mereka, mereka akan berbicara dengan rekan-rekan mereka," kata Erdogan melalui seorang penerjemah.

"Ketika Trump datang ke sini saya akan berbicara," ujar Erdogan, seperti dikutip NBC News, Kamis (17/10/2019).

Menurut Erdogan, Rabu (16/10), satu-satunya cara untuk mengakhiri serangan Turki adalah milisi Kurdi harus meninggalkan lokasi perbatasan Suriah dan Turki "sampai malam ini".

Dalam pertemuan dengan anggota parlemen partainya, Erdogan menegaskan, Turki tidak akan dipaksa atau menerima tawaran berunding dengan milisi Kurdi yang dipandang sebagai teroris di mata Turki.

Menurut Erdogan, serangan akan terus dilakukan sampai Turki bisa masuk sejauh 30 hingga 35 kilometer ke dalam Suriah di sepanjang perbatasan dengan Turki.

Sementara itu, Pemerintahan Trump telah memberlakukan sanksi pada Turki karena melakukan serangan di Suriah awal pekan ini. Namun, Erdogan menolak membatalkan invasi.

“Presiden (Trump) menuntut agar kami mengumumkan gencatan senjata. Kami tidak akan pernah," kata Erdogan, seperti dikutip media pro-pemerintah Tukri, pro-Sabah.

“Tidak ada gencatan senjata yang mungkin terjadi di Suriah sampai Unit Perlindungan Rakyat mengevakuasi wilayah perbatasan. Saya mengatakan kepadanya (Trump) bahwa Turki tidak akan bernegosiasi dengan teroris," ujarnya.

Erdogan juga mengatakan pada hari Selasa bahwa Turki akan melanjutkan ke Suriah sampai mereka menetapkan "zona aman" selebar 260 mil di sepanjang garis yang paralel dengan perbatasan Turki antara Irak dan Laut Mediterania.

Berita Populer