Eri Cahyadi Janjikan Beri Sertifikasi Bunda Paud

Eri Cahyadi Paslon No 1 Pilwali Surabaya 2020, memberikan bentuk apresiasi pada Bunda Paud saat pertemuan dengan Ketua Paguyuban Bunda Paud se - kecamatan Kota Surabaya di Graha Unesa, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (18/10).SP/Patrik Cahyo

SURABAYAPAGI, Surabaya - Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menghadiri pertemuan dengan Ketua Paguyuban Bunda Paud se - kecamatan Kota Surabaya di Graha Unesa, pada Minggu (18/10/20).

Pada pertemuan tersebut juga turut dihadiri oleh Ketua Paguyuban Bunda Pos Paud Terpadu Kota Surabaya, Dyah Katarina.

Dyah Katarina yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PDIP dan Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya mengatakan bahwa kebutuhan anak usia dini sangat penting.

"Anak usia dini jangan sampai di dibiarkan, perlu diberi stimulus yang sesuai untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya, maka Bunda Paud yang memiliki peran penting untuk membantu anak-anak belajar sesuai usianya," kata Dyah.

Total sebanyak hampir 5.000 bunda Paud, dengan 886 RW yang memiliki pos Paud. Eri Cahyadi kemudian menawarkan program sertifikasi kepada para Bunda Paud.

Menurutnya persoalan pendidikan harus memiliki standar, khususnya yang berada dibawah naungan Pemerintah Kota, salah satunya adalah bunda Paud dan guru TK.

"Sertifikasi itu ada dua, formal dan non formal karena bunda Paud termasuk non formal, sehingga Pemerintah Kota harus disana. Pemerintah Kota harus hadir sebagai fasilitator untuk memenuhi bagaimana sertifikasi tersebut," ungkapnya kepada Surabaya Pagi.

EC-Armuji_Patrik_(7)_1

Kedepannya, Eri berharap bila Bunda Paud memiliki keterampilan, memiliki sertifikasi sebagai seorang bunda Paud.

"Jadi sasar nanti pendidikan yang didapat anak-anak lebih sesuai," katanya.

Eri Cahyadi juga akan memberikan bentuk  apresiasi kepada Bunda Paud, bila sebelumnya ia sudah merencanakan sejak masih menjabat sebagai PNS.

"Dulu sudah 400 ribu. Insyaallah sekitar 600-700 ribu tadi. Tapi insyaallah 700 ribu yang akan kita lakukan," terangnya.

Tidak hanya itu, Eri mengatakan bahwa

uang anggaran yang dimiliki oleh  Pemerintah Kota Surabaya yang sebelumnya  digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang besar dan pengerjaan tersebut sudah terselesaikan.

Bahkan, sesuai dengan arahan Tri Rismaharini bila anggaran 10T tersebut harus diperuntukkan untuk infrastruktur kampung dan sumber daya manusia di kota Surabaya.

"Maka uang itu harus kembali dinikmati oleh masyarakat kota Surabaya, kepada yang membangun kota Surabaya salah satunya adalah bunda paud yang membangun karakter-karakter anak yang nanti menjadi pemimpin di kemudian hari," pungkasnya. Byt