•   Sabtu, 14 Desember 2019
Keuangan Syariah

FESyar di Jatim Kantongi Rp 18,99 Triliun

( words)
Pengunjung melihat produk batik di salah satu stan pameran saat Sharia Fair 2019 di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (6/11/2019). SP/Ant


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Mengangkat tema “Sinergi Membangun Ekonomi Syariah Indonesia” ajang Festival Ekonomi Syariah di Surabaya telah men­catatkan nilai kesepakatan dagang hasil business matching hingga Rp7,6 triliun dan nilai transaksi belanja Rp5,6 miliar.

“Di Surabaya ini baru dua hari, trade deal di booth sudah Rp5,6 miliar, kalau kontrak dagangnya atau business matchingnya Rp7,6 triliun,” kata Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo kepada pers di Surabaya, Kamis (7/11/2019).

Jika diakumulasikan hingga saat ini, event tersebut berhasil mengumpulkan transaksi business matching mencapai Rp 18,99 triliun. Serta nilai transaksi belanja Rp 50,43 miliar dengan jumlah pengunjung mencapai 15 ribu orang. Nilai itu berasal dari berbagai kerja sama perusahaan maupun orang yang terlibat.

Salah satu petinggi perusahaan yang turut bertransaksi business matching yakni Direktur Bisnis Small Medium Enterprise (SME) dan Komersial PT Bank BNI Syariah Dhias Widhiyati. Pihaknya pihaknya telah menyepakati tiga proyek business matching dalam Fesyar di Surabaya kali ini.

Proyek-proyek tersebut adalah pemberian fasilitas rekening gaji (payroll) kepada karyawan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), pembiayaan-pembiayaan sindikasi kepada PLN, dan pembiayaan modal kerja kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Dengan kesempatan business matching kali ini, Dhias berharap perseroan bisa menyasar potensi bisnis payroll dan pembiayaan yang lebih luas. “Diharapkan, ke depan, kerja sama itu bisa meningkatkan sustainable growth bisnis BNI Syariah,” katanya.

Kerja sama dengan PLN, menurut Dhias, mempunyai potensi penambahan jumlah rekening dan dana pihak ketiga (DPK) yang cukup besar. Sebab, total pegawai tetap PLN saat ini mencapai 44.236 orang. Belum lagi, ada 101.000 pegawai outsourcing dan pegawai anak usaha.

Dhias menambahkan, kerja sama dengan PLN juga akan membuka peluang bisnis lain, yaitu pembiayaan konsumer.

Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, Jatim merupakan provinsi pertama yang menjadi cikal bakal Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), event terbesar dalam lingkup ekonomi syariah.

Jatim dinilai sebagai provinsi dengan jumlah pondok pesantren terbanyak se-Indonesia, dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat.

Jatim diharapkan tetap menjadi salah satu provinsi yang unggul dalam pengembangan ekonomi syariah, selain Aceh dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dody pun melihat potensi ekspor produk pesantren dari Jatim cukup besar. Asalkan, pesantren mampu membuat produk unggulan yang berkualitas dan dapat bersaing dengan produk dari luar negeri.

Berita Populer