•   Selasa, 22 Oktober 2019
KabarPartaiPolitik

Fraksi PDI-P berharap Khofifah Melanjutkan Gaya Marhaen Soekarwo

( words)
Ketua Fraksi PDI-P DPRD Jatim Sri Untari (Tengah) bersama Anggota F-PDIP Mahoed (kiri) dan Agatha Retnosari (kanan).


SURABAYAPAGI.COM – Fraksi PDI Perjuangan Jatim memberikan apresiasi kepada Soekarwo, menjelang purnatugas dari jabatan Gubernur Jatim per 12 Februari 2019. Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini dinilai telah menjadikan Jatim aman dan kondusif dengan pemikiran kontruktif, harmonis dan kritis.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Sri Untari mengatakan gaya kepemimpinan Soekarwo selama menjadi gubernur adalah perwujudan gaya marhaenisme. Sehingga Soekarwo yang juga kader murni GMNI dan Marhaenisme cenderung sama dengan ideologi PDI-P. “Hari ini adalah tanda tangan terakhir Pak Gubernur terhadap Perda Penyertaan Modal. Beliau adalah kader Marhaen di Birokrat,” ujar Sri Untari, Senin (11/2/2019).
Sri untari bersama seluruh anggota Fraksi PDI-P mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang terbangung selama 10 tahun ini secara Kritis, Konstruktif dan Harmonis (KKH). Artinya penyelenggara pemerintah di Jawa Timur memandang penting masyarakat sebagai subyek pembangunan. Sehingga wakil rakyat memandang penting aspirasi dari masyarakat. “Tak kalah pentingnya selama ini Pakde Karwomengedepankan musyawarah mufakat dalam penyelesaian perbedaan dalam pengambilan sebuah keputusan,” ujar Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim ini.
Sri Untari menegaskan, Pakde Karwo adalah kader birokrasi Marhaen yang mengedepankan pada pro poor, pro job dan pro growth. Tak heran jika jumlah kemiskinan di Jatim terus menurun dan pembangunan ekonomi melaju hingga pada angka 5,2 persen. “Yang pasti selama 10 tahun kita bersama-sama dengan Pakde Karwo membangun pemerintahan yang diinginkan oleh masyarakat dengan mengedepankan pro job, pro poor dan pro growth,” tambahnya.
Selain itu, selama ini konstruksi APBD dibangun dengan cara dan pemikiran Marhaenis. Meskipun berbeda partai, Pakde Karwo di Demokrat, tapi ada kecocokan dan kepentingan yang sama untuk masyarakat. Selama ini hubungan Gubernur dan semua fraksi di DPRD tidak pernah berbeda tanpa penyelesaian. Ketika mengambil keputusan sudah memenuhi banyak aspek. “Itu mirip semangat demokratisasi yang di usung Bung Karno pada saat melahirkan pancasila di sila ke-4. Pemerintah provinsi dengan DPRD Jatim sudah mampu melaksanakan sila 4 itu,” paparnya.
Sri Untari juga menyebut bahwa masa kepemimpinan Soekarwo dengan banyak penghargaan dan prestasi adalah bukti dari hasil kinerja bersama-sama DPRD Jatim dalam sebuah pemerintahan. Hingga akhirnya Jawa Timur meraih penghargaan tertinggi dan terkompleks dalam bentuk Parasamnya Karya Purna Nugraha adalah kesempurnaan dari kinerja pemerintah provinsi selama 10 tahun ini. “Pointnya yang bisa kita ambil, dari purna tugasnya pakde karwo adalah sebuah landingnya yang soft dan meninggalkan jejak yang baik bagi masyarakat Jawa Timur,” sebutnya.
Diharapkan kepemimpinan yang baru nanti Gubernur Khofifah dan wagub Emil Dardak bisa meneruskan dan melangkah lebih baik lagi ke depan bersama DPRD Jatim. “Kami berharap kepada Mbak Khofifah dan Pak Emil Dardak hal yang baik selama ini ditindaklanjuti dan dipakai lagi. Jas Merah kata Bung Karno,” pungkasnya. Rko

Berita Populer