Gadis di Blitar Tertipu Oknum Polisi Abal-abal

Beberapa foto-foto hasil editan pelaku yang diunggah di medsos untuk mengelabuhi korbannya. SP/Les

 

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Berpenampilan bak seorang Perwira Polisi berpangkat Inspektur dua, seorang remaja berakhir di sel tahanan.

Ulah abal abal ini di lakukan  DH (26). Menyaru sebagai Inspektur Polisi yang berdinas di Polres Kediri Kota, ternyata itu  hanya untuk melakukan penipuan kepada korban korbannya.

Terungkapnya Inspektur Polisi abal abal ini setelah  seorang gadis  W Nur (25) warga Desa Sumberkembar Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar yang menjadi korban DH. Atas ulah pelaku, gadis berusia 25 ini harus kehilangan uang jutaan rupiah yang dipinjam sang perwira polisi abal abal  tersebut.

Kini DH warga Desa Ngletih Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri ditahan di Polres Blitar setelah ditangkap Unit Reskrim Polres Blitar bersama Polsek Binangun pada Jumat malam (8/1).

Penangkapan DH itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Dony Kristiawan melalui Kasubag Humas AKP Imam Subchi, bahwa DH (pelaku)  mengaku sebagai Polisi dengan pangkat perwira polisi Inspektur Polisi Dua (Ipda). 

Dalam pemeriksaan  DH melakukan aksi penipuan sejak bulan Juni tahun 2020 lalu, bahkan foto-foto DH dengan memakai seragam Polisi juga di sebar pada Medsos (Fb).

“Saat korban berkenalan dengan pelaku dan  mengaku sebagai polisi dengan pangkat Ipda yang berdinas di Polres Kediri Kota,” ungkap AKP Imam Subechi.

Korban tergiur penampilan DH sebelum ketemu dengan korban, DH mengirim foto foto pelaku dengan berbagai pose. Setelah pertemuan beberapa kali,  korban dijanjikan akan dinikahi. Dengan ilmu tipu tipunya DH memperdayai korban yang ujung ujungnya pelaku meminjam uang secara berulang-ulang sehingga korban alami kerugian  mencapai Rp 1.865.000,- 

"Keterangan saksi korban, bahwa uang tersebut akan digunakan pelaku untuk membayar listrik rumah, membeli BBM untuk perjalanan ke Surabaya dan Semarang, atas bujuk rayu itulah korban rela serahkan uangnya pada DH,” pungkasnya.

Ternyata  dalam penelusuran pihak Reskrim dan Polsek Binangun, seperti yang disampaikan AKP.Imam Subechi, foto foto yang diunggah pelaku merupakan foto editan untuk mengelabuhi korbannya.

"Foto foto DH dengan berbagai pose dengan  berseragam polisi, ternyata foto tersebut merupakan hasil editan. Dengan kecanggihan pelaku mengambil gambar anggota Polisi dari internet, kemudian diedit khusus pada bagian wajah dan diganti dengan wajah pelaku,” tambah AKP Imam Subechi.

Setelah menyadari ulah DH ternyata Polisi abal abal, akhirnya korban melapor ke Polsek Binangun.

 “Saat ini pelaku sudah berhasil diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif, guna pengembangan atas kasusnya, di mungkinkan ada korban lainya, dan bila ada warga masyarakat menjadi korban DH untuk melapor ke Polres Blitar," pungkas mantan Kapolsek Sutojayan ini. Les