•   Rabu, 18 September 2019
Pemkot Surabaya

Gegara Proyek Alun-alun Rp 70 M

( words)
Sejumlah warga mengantre mengambil air di kawasan Ngagel Surabaya, Selasa (10/9/2019). Ini dampak pembangunan basement untuk proyek Alun-Alun yang ‘menabrak’ pipa PDAM yang tertanam di Jalan Yos Sudarso. SP/Julian


Pipa PDAM yang Tertanam di Jalan Yos Sudarso Jebol Terkena Alat Berat, 200 Ribu Pelanggan Sambat karena 3 Hari Aliran Air Mati

Firman Rachman-Alqomar,
Tim Wartawan Surabaya Pagi

Proyek pembangunan basement di Jalan Yos Sudarso, Surabaya, tak hanya berimbas pada rekayasa lalu lintas. Proyek sebagai ‘cikal bakal’ dibangunnya Alun-Alun Surabaya yang digagas Walikota Tri Rismaharini, juga membuat masyarakat luas kelimpungan. Pasalnya, saluran air PDAM di sejumlah kawasan di kota Surabaya mampet pet pet hingga tiga hari berturut-turut. Gara-garanya, pembangunan basement itu ‘menabrak’ pipa PDAM berdiamater 800 milimeter yang tertanam di Jalan Yos Sudarso.
-------------

Beberapa kawasan yang terkena dampak air PDAM mati diantaranya di kawasan Jalan Gubeng, Ngagel, Darmo, Basuki Rahmat, Yos Sudarso, dan Sedap Malam. Selain itu juga di Jalan Nias, Ambengan, Undaan, Pasar Atom, Pegirian, Wonosari, Wonokusumo, Ujung, Wonokromo dan Gunungsari.

Usut punya usut, tak mengalirnya air itu lantaran pipa PDAM berdiameter 800 milimeter yang tertanam di jalan Yos Sudarso jebol lantaran terkena alat berat untuk pembangunan basement tersebut. Berdasar data PDAM Surya Sembada, setidaknya ada 200 ribu pelanggan yang terdampak.

Informasi yang diperoleh Surabaya Pagi, untuk mengerjakan proyek basement, pipa PDAM itu harus direlokasi. Start relokasi dimulai hari Sabtu (7/9) lalu, tetapi sampai Selasa (10/9) kemarin, pemindahan pipa tidak berjalan mulus. Padahal air dari Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Ngagel II sudah telanjur dimatikan untuk proses relokasi pipa tersebut.

“Sudah tiga hari ini kami kesulitan mendapatkan air bersih. Mau mandi saja susah,” ungkap Maulana, warga Gunungsari saat ditemui Surabaya Pagi, Selasa (10/9/2019).

Hal sama dirasakan warga yang tinggal di RT 4 RW 3 Ngagel Tirto, Kelurahan Ngagel Rejo. Mereka mengeluh air PDAM mati mendadak. Ketua RT 4 Sumadi menceritakan matinya air ini dapat memengaruhi aktivitas warga. Sebab, PDAM tak melakukan pemberitahuan kepada para pelanggan jika ada gangguan pasokan air. "Matinya tadi pagi, sekitar pukul 05.00 WIB. Warga jelas kebingungan karena matinya mendadak, tak ada pemberitahauan," ungkapnya saat ditemui antre air bersama warga lainnya, Selasa (10/9) kemarin.

Untuk sementara, lanjutnya, warga memanfaatkan air sumur yang tersedia di wilayah setempat. Penggunaan air sumur itu merupakan inisiatif warga, karena air PDAM mati sejak pagi. "Kebetulan di RT 4 ini ada sumur yang melayani satu RT, jadi sudah ada pipanya gitu," cetus Sumadi.

Hartik Suryani, warga Ngagel mengungkapkan, ia terpaksa menghentikan aktivitasnya seperti memasak, mencuci baju dan meminta izin untuk telat berangkat kerja. Sebab harus mengisi air dari tandon aliran sumur. “Sejak pagi antre begini, sudah ada empat bak yang saya isi. Kemudian saya angkat buat mengisi air kamar mandi dan untuk mencuci piring. Ini menyusahkan apalagi saya harus berangkat telat kerja gegara air mati,” ungkapnya.

Ajeng Ratnasari, warga lainnya menambahkan, ia terpaksa meliburkan anaknya sekolah, lantaran air pet PDAM mati. “Mau gimana lagi mandi pakai air galon ngga mungkin mahal, ya sudah saya liburkan saja sekolah anak. Dan saya mandi juga nanti di kantor, dampaknya membuat saya susah melakukan aktifitas,” cetus ibu dua anak ini.

Minta Ganti Rugi
Sabar Suwastono, Ketua RW Kampung Maspati, mengungkapkan pihaknya sudah bolak-balik menghubungi PDAM, namun jawaban yang didapat kurang memuaskannya. "Jawabannya hanya mohon maaf, ini akibat dari proyek pemkot. Padahal kan setiap pembangunan selalu ada konsekuensinya, seharusnya PDAM siap kalau yang terjadi apa, konsekuensinya apa," papar Sabar.

Ia berharap, PDAM bisa memberi ganti rugi berupa pembebasan biaya langganan atau kompensasi. "Ya masa air mati sampai tiga hari. Konsumen harus membayar langganan tepat tiap bulan, kalau terlambat didenda atau diputus. Sedangkan kalau mati begini, apa tanggung jawab PDAM?" katanya.

Sikap PDAM
Dikonfirmasi hal ini, Manajer Humas PDAM Surabaya Bambang Eko Sakti mengakui hal ini. Menurut dia, untuk kebutuhan masyarakat, pihaknya menyediakan air bersih yang dikirim melalui truk tangki. “Sampai sekarang kami sudah mengirimkan suplai air bersih ke masyarakat sekitar 500 truk tangki,” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa ada keterlambatan relokasi pipa PDAM di Jalan Yos Sudarso itu. Pemotongan pipa dilakukan pada Jumat (6/6) malam, estimasinya Sabtu (7/6) sore pipa sudah tersambung kembali. Ternyata ada kendala sehingga sampai sekarang pipa belum tersambung dan berimbas pada suplai air ke masyarakat. “Kami mohon doanya dari masyarakat. Hanya tinggal beberapa titik pipa yang harus kami sambung dan mudah-mudahan hari ini bisa selesai,” lanjutnya.

Eko Sakti mengatakan pihaknya keliru menganalisis kondisi di lapangan. “Ternyata di (lokasi proyek) basement ini banyak utilitas yang di luar data base kami. Misalnya, ada kabel PLN, pipa gas, optic, dan kabel Telkom. Akhirnya kami harus menyesuaikan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan PDAM sudah merencanakan detail tentang relokasi pipa PDAM peninggalan zaman Belanda itu. Ternyata, kondisi di lapangan berbeda dengan rencana yang telah disiapkan. “Ternyata kami keliru. Kami harus menyesuaikan kondisi di lapangan. Ada banyak utilitas yang di luar data base kami,” lanjutnya.

Bambang Eko Sakti pun menyatakan pada rencana awal, pihaknya tidak akan memotong pipa. Konsep yang diusung adalah memasang joint, lalu memadamkan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Ngagel II. IPAM ini yang dimatikan karena dalam date base PDAM, pipa ini dialiri air dari IPAM tersebut.

Jadi setelah instalasi padam, pipa existing dipotong dan dimasukkan dengan joint. “Tapi berhubung ada kendala utilitas, akhirnya harus dipotong dan akan dikoneksikan dengan sistem las,” jabarnya.

Janji Dirut PDAM
Kendala lain, muncul masalah baru setelah ada pemotongan. Setelah IPAM Ngagel II dipadamkan, ternyata air masih mengalir. Kesimpulannya, pipa ini juga terkoneksi dengan IPAM yang lain. Padahal untuk mematikan IPAM lagi, maka akan berimbas pada lebih banyak pelanggan.

“Ini di luar kemampuan kami, ternyata pipa terkoneksi dengan IPAM yang lain. Akhirnya kami mencoba mengoneksikan (menyambung) pipa dengan kondisi ada airnya. Ini menjadi problem, akhirnya molor,”. Sampai sekrang pun masih mengalir,” tambahnya kemudian.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Surya Sembada, Mujiaman, berjanji aliran air di Surabaya akan kembali pulih hari ini (11/9/2019). Ia mebyebut sekitar 200 ribu pelanggan PDAM terdiri dari rumah tangga, kantor dan tempat usaha sejak Sabtu (7/9) hingga kemarin ini terdampak macetnya layanan air bersih. "Sampai sekarang ini ada lebih dari 200 ribu atau sepertiga pelanggan PDAM se-Surabaya, aliran airnya mati. Kami mohon maaf atas ketidaknyaman ini," ujar Mujiaman di lokasi proyek Alun Alun Surabaya, Selasa (10/9/2019).

Dia menegaskan saat ini petugasnya sedang ngebut merampungkan pengerjaan jaringan pipa utama PDAM. "Idealnya satu hari cukup untuk menuntaskan pekerjaan sambungan pipa di Jl Yos Sudarso. Di luar kemampuan kami bisa sampai empat hari belum tuntas. Kami janji malam ini kami tuntaskan sehingga besok air normal kembali," kata Mujiaman.

Proyek Alun-alun
Untuk diketahui, pengerjaan basement di Jalan Yos Sudarso merupakan tahapan sebelum membangun Alun-alun Surabaya yang berlokasi di seberang gedung Balai Pemuda itu. Kepala Bidang Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DKPCKTR) Surabaya, Iman Kristian,
Prediksi pengerjaan basement Jalan Yos Sudarso bisa rampung selama enam bulan. Namun demikian, ia memastikan akan berupaya untuk mempercepat pengerjaan itu. Pengerjaan basement Jalan Yos Sudarso akan dilakukan selama 24 jam. "Kurang lebih bisa 4-6 bulan pengerjaan, tapi kita upayakan secepatnya, karena itu pengerjaan akan dilakukan selama 24 jam," ujar dia.

Iman menuturkan, pengerjaan basement Jalan Yos Sudarso selama enam bulan itu, terdiri dari pembuatan dinding penahan keliling, pembuatan atap plat basement (landasan jalan) dan penggalian bawah tanah. Pengerjaan Alun-alun Surabaya yang menggunakan anggaran multiyears ini ditarget keseluruhan selesai pada Desember 2020. "Anggaran total keseluruhan Rp 70 miliar. Tahun 2019 dianggarkan Rp 20 miliar dan sisanya di tahun depan," jelas dia. n

Berita Populer