Geger Tagihan Listrik Berujung Kematian

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Warga Dusun Sumber kecek, RT 02/RW 11 Desa Penataran Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Senin (30/3/2020) malam sekitar pukul 19.00 digegerkan dengan dua warganya yang sedang berkelahi di depan rumah Korban. Perkelahian itu pun tidak jauh dari perumahan warga lainnya. Akibat duel maut yang terjadi, salah satu meninggal dunia karena alami luka serius dengan luka tusukan pada bagian perutnya. Peristiwa tersebut pun, hanya ada beberapa warga yang sempat menolong dikarenakan pemberlakuan social distancing.

Menurut Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Ardi Purabaya SH S.IK atas ijin Kapolres Blitar Kota AKBP.Leonard M Sinembela SH S.IK MH membenarkan peristiwa perkelahian antara Feri Irawan 35 dan HS 55. Keduanya adalah warga Dusun Sumber kecek Desa Penataran Kec.Nglegok Kab Blitar, masih menurut AKP.Ardy, perkelahian dua pria itu salah satunya yakni Feri mengalami luka parah pada bagian perutnya, dan meninggal dunia dalam perjalanan ketika di rujuk ke RSUD.Mardi Waluyo Kota Blitar.

"Maaf sementara kita masih melakukan olah TKP yaa, memang benar salah satu korban perkelaian meninggal dunia dalam perjlanan menuju RS.Mardi Waluyo, keduanya kita rujuk ke Rumah Sakit," terang AKP.Ardi lewat telpun selulernya semalam (Senin, 30/3).

Sementara informasi yang beredar pertengkaran antara Feri dan HS di picu kesalahpahaman, dan informasi tersebut menyebutkan bahwa Feri (korban) sebagai pengontrak rumah milik HS sejak satu tahun lalu, perkelahian itu sendiru berawal di picu masalah pembayaran rekening Listrik rumah yang di tempati Feri.

Setelah di lakukan perawatan di RSUD Mardi Waluyo HS di boyong ke Polres Blitar Kota guna menjalani pemeriksaan.

Di sela-sela pelaksanaan penyemprotan dalam rangka Phsycal Distancing serempak (Selasa 31/3), Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP.Ardy Purbaya saat mendampingi Kapolres Blitar Kota mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap BS termasuk para saksi lain.

"Kita masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka HS, juga beberapa saksi saksi, sehingga nantinya jelas atas peristiwa yang terjadi semalam (Senen 30/3), sementara untuk Barang bukti kita masih melakukan pencarian, karena sebagai tambahan dalam penyelidikan," papar AKP.Ardy Purbaya kepada Wartawan.

Berdasarkan keterangan saksi, cekcok tersebut dikarenakan masalah pembayaran iuran listrik. Pelaku meminta korban yang kontrak di rumah orang tuanya untuk membayar iuran listrik. Cekcok pun tak terelakan sehingga terjadi perkelaian dan awalnya HS melakukan penganiayaan terhadap korban dan akhirnya saling membalas.

"Tersangka mengaku menusuk menggunakan plat las-lasan (Besi atau Baja) Tapi kami masih mencari barang bukti," Pungkas AKP Ardi Purbaya dengan ramah.Les.