•   Jumat, 6 Desember 2019
Kriminal

Gelar Razia Kamar Kos, Tim Gabungan Jaring Pasangan 3 Pemuda 1 Wanita

( words)
pasangan bukan suami istri yang terjaring razia operasi gabungan di Kabupaten Tuban.


SURABAYAPAGI.com - Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polri, TNI dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban, kembali menggelar razia disejumlah tempat indekos yang berada diwilayah Kabupaten Tuban. Minggu, (06/10).

Dalam razia tersebut, turut diamankan 8 pasangan bukan suami istri yang tengah berduaan di kamar kos dan 1 orang perempuan dari salah satu indekos yang positif mengarah sebagai pengguna narkoba.

8 pasangan yang diamankan antara lain berasal dari kos Widang, kos latsari gang I & kel. latsari gang Nakula, kos Mondokan utara & selatan dan kos Radika Bukitkarang.

Dari semua pasangan tersebut, nyatanya ada satu orang yang masih berstatus sebagai pelajar salah satu sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Tuban.

Tak sampai disitu, yang lebih mengejutkan lagi, dari sekian pasangan terjaring razia, terdapat salah satu pasangan yang terdiri dari 3 pemuda dengan 1 wanit didalam satu kamar, dimana usia si wanita jauh lebih tua dari ketiganya.

Kasat Pol PP, Heri Muharwanto mengungkapkan keprihatinanya atas adanya pelajar yang terjaring razia, ditambah keberadaan satu pasangan bukan muhrim dengan 3 laki- laki satu perempuan.

"Tentu kami prihatin atas terjaringya pelajar oleh tim gabungan dalam razia kali ini, " ungkapnya.

Selanjutnya, Heri juga mengatakan, akan menindak 8 pasangan tersebut dengan memberikan pengarahan serta bimbingan agar perbuatan yang sudah dilakukan tidak diulangi kembali.

Sedangkan untuk yang statusnya masih pelajar, pihaknya akan turut serta memanggil orang tua walinya agar setelah ini bisa memperketat pengawasan terhadap perilaku sang anak.

"Kami akan lakukan pengarahan dan bimbingan pada 8 pasangan terjaring. untuk yang masih pelajar, nanti juga akan kita panggil orang tuanya. Sedangkan satu orang yang mengarah pada positif pengguna narkoba sudah diserahkan ke BNNK untuk diperiksa lebih lanjut". Pungkasnya.

Berita Populer