•   Minggu, 29 Maret 2020
Ekonomi China

Gempar, Raksasa Elektronik China Default

( words)
Suasana bagian produksi di salah satu perusahaan elektronik. Ps/in


SURABAYAPAGI.COM,Beijing - Tunghsu Optoelektronik Technology, perusahaan berlabel raksasa ini secara tidak terduga alami default dua pembayaran obligasi.

Tunghsu gagal membayar utang pokok dan bunga senilai lebih dari 2 miliar yuan (US$ 285 juta) untuk dua obligasi domestik yang jatuh tempo pada hari Senin. Pada Senin malam, dalam surat yang terpisah, perusahaan ini menyalahkan krisis likuiditas jangka pendek sebagai penyebab default.

Dampak dari hal ini, lembaga pemeringkat internasional S&P Global langsung memangkas peringkat pemiliknya, Tunghsu Group.

Selain itu untuk menutup utang, perusahaan ini dikabarkan akan menyerahkan 51,5% saham mayoritas kepada pengawas aset milik negara kota Hejiazhuang di China utara.

Hal tersebut juga menjadi factor penambah terkejutnya pasar. Pasalnya, sebelumnya Tunghsu telah melaporkan kepemilikan uang tunai atau setara tunai lebih dari 18 miliar yuan pada akhir September dalam laporan triwulanan terbarunya. Jumlah tersebut lebih dari cukup untuk memenuhi pembayaran obligasi.

Default tersebut mencerminkan kondisi likuiditas yang sangat ketat yang dihadapi oleh perusahaan swasta China, yang menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto negara dan mempekerjakan lebih dari 80% tenaga kerja.

Tunghsu adalah korban terbaru dalam serangkaian kejadian default oleh perusahaan swasta China karena pertumbuhan ekonomi negara itu mendekati level terendah dalam 30 tahun terakhir di tengah perang dagang Sino-AS yang sedang berlangsung hingga saat ini.

Berita Populer