•   Minggu, 23 Februari 2020
Kriminal

Guru Agama Lecehkan 20 Siswi SD

( words)
Ist


Tercoreng dunia pendidikan di Kota Surabaya oleh kasus dugaan pelecehan sexsual

SURABAYAPAGI.COM -Tercoreng dunia pendidikan di Kota Surabaya oleh kasus dugaan pelecehan sexsual yang dilakukan oknum guru Agama. 20 siswa di salah satu SD Negeri Surabaya Utara menjadi korban pelecehan. Kini 20 siswi SDN yang berada di kawasan Manukan Kulon, Tandes, Surabaya menjadi korban pelecehan.
Pelaku adalah MZ, 43, warga Jalan Manukan Bakti Gang 20. Guru agama itu tega melecehkan siswinya di dalam kelas sejak dua bulan lalu.
Dari informasi yang dihimpun aksi pencabulan itu dilakukan pelaku saat jam pulang sekolah. Dengan modus salaman, pelaku yang berada di depan lantas menyalami korban satu per satu sebelum keluar ruangan.
Saat itulah pelaku beraksi dengan memegang payudara korban. Korban yang masih duduk di kelas IV, awalnya hanya diam mendapatkan perlakuan itu.
Terbongkarnya aksi guru itu bermula dari salah satu siswi yang mengadukan kepada orang tua.
Kemudian orang tua korban yang tak terima lantas mendatangi sekolah. Parahnya, ternyata tidak hanya seorang yang menjadi korban. Akan tetapi sudah ada 20 siswi yang menjadi korban ulah guru tidak tetap itu.
Kapolsek Tandes Kompol Sofwan saat dikonfirmasi mengatakan, memang benar terjadi kasus pelecehan sexsual di salah satu SD di kawasan Manukan. Namun sampai detik ini belum ada keluarga korban dan pihak sekolahan yang melapor ke Polsek Tandes, Jumat (16/3).
Dalam mediasi yang digelar Jumat pagi itu berlangsung secara tertutup. Pelaku pun turut dihadirkan. Di hadapan para orang tua korban dan pihak sekolah, pelaku meminta maaf karena telah melakukan perbuatan yang tidak senonoh kepada siswinya.
Dari pengakuannya, aksi itu sudah berlangsung selama dua bulan. "Guru yang bersangkutan sudah mengajar selama kurang lebih setahun," ungkapnya.
Dari pengakuan korban dan pelaku aksi pelecehan itu tidak sampai mengarah ke persetubuhan. Hanya saja korban dipegang payudaranya yang masih memakai seragam sekolah dengan modus dirangkul dan saat salaman pulang sekolah.
"Para keluarga korban tidak mau melapor karena takut anaknya malah trauma berurusan dengan polisi. Dan pihak Polsek Tandes sudah menyarankan melapor, tapi keluarga tetap bersikeras tidak mau melapor," ungkapnya.
Pihak orang tua korban juga meminta pihak sekolah untuk melakukan pendampingan terhadap para korban supaya tidak mengalami trauma yang berkepanjangan. Pihak sekolah pun memenuhi permintaan orang tua korban. Pendampingan akan dilakukan setiap hari supaya korban tidak mengalami ketakutan dan trauma di sekolah. "Setelah disepakati semua pihak, oknum guru yang bersangkutan sudah dipecat dari sekolah," tandasnya. Jul

Berita Populer