•   Senin, 9 Desember 2019
Trenggalek-Tulungagung

Gus Ipin Bantah Kondisikan Musda KNPI Jatim

( words)
Wakil Bupati Trenggalek, Muhammad Nur Arifin. (SP/RIKO)


SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Kisruh Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Jawa Timur ditanggapi Muhammad Nur Arifin. Pria yang biasa disapa Gus Ipin ini menepi kabar telah mengkondisikan dan mensetting Musda pada tanggal 10/4/2018 di Trenggalek untuk memenangkan dirinya.

Gus Ipin yang juga wakil bupati Trenggalek awalnya hanya memfasilitasi digelarnya Musda DPD KNPI Jatim di daerahnya. Soal kemudian dirinya dipilih oleh peserta Musda, alumnus Unair Surabaya ini mengaku tidak tahu bagaimana prosesnya. "Saya hanya menerima mandat dari GP Ansor, dan tidak tau jalannya Musda," jawab Gus Ipin kepada Surabaya Pagi, Rabu (11/4/2018).
Ia mengatakan proses Musda KNPI Jatim semuanya total dilakukan oleh panitia. Jika ada tudingan settingan, maka dirinya tidak begitu tahu karena sama sekali tidak terlibat lebih jauh. "Tiba-tiba saja, hanya diberitahu ketika sudah selesai pleno (memilih Arifin sebagai Ketua), lebih jelasnya Silahkan tanya panitia dan penyelenggara Musda," tepisnya.
Diberitakan sebelumnya, meski menuai penolakan dan protes dari banyak pihak, sejumlah pihak nekad menggelar Musda KNPI Jatim di Trenggalek, mulai kemarin (10/4/2018). Sehingga Musda yang menunjuk Muhammad Nur Arifin sebagai ketua KNPI Jatim periode 2018-2023 disebut tidak Sah dan tidak sesuai apa dengan konstitusi seperti Musda-musda terdahulu.
Sekretaris DPD KNPI Jatim Muslich Hasyim tidak mengakui Musda yang digelar di Trenggalek. "Insya Allah 25 OKP (di Trenggalek) itu abal-abal dan tidak punya SK. Nanti kita persiapkan Musda yang diselenggarakan DPD KNPI Jatim," jelas mantan aktivis Ansor ini, Rabu (11/4/2018).
Senada, Wakil Ketua AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) Jawa Timur Andira Reoputra menceritakan ketidakberesan Musda yang digelar di Trenggalek. Semenjak dari awal mengetahui adanya musda di Trenggalek pihaknya tetap hormati dan untuk hadir di Trenggalek. Tapi ternyata ketika di arena Musda para panitia sengaja menutupi database OKP yang di undang di Musda tersebut. “Ini jelas ada permainan dan settingan untuk memenangkan Gus Ipin dan kami rasa Musda di Trenggalek tidak transparan, dan ini jelas mencederai marwah KNPI,” jelasnya, Rabu (11/4/2018). rko

Berita Populer