Temui Surya Paloh di Bandara Juanda. Padahal Nasde

Gus Ipul Kepergok

Laporan : Riko Abdiono – Ainul Yaqin
SURABAYA PAGI, Surabaya – Berbagai cara tampaknya dilakukan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) untuk menang di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim, 27 Juni 2018. Cagub nomer urut dua ini mendadak menemui Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, di Terminal 1 Bandara Juanda, Senin (9/4/2018). Sejumlah elit Partai Nasdem Jawa Timur seperti Hasan Aminuddin dan Ipong Muchlissoni, turut serta dalam pertemuan itu. Pertemuan itu menjadi tanya, mengingat Nasdem salah satu parpol pengusung Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestiano Dardak, pasangan cagub-cawagub nomor urut 2. Apalagi, manuver Gus Ipul ini setelah adanya sejumlah kiai NU yang mencabut dukungan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno dan mengalihkan suaranya ke Khofifah-Emil.
----------------
Mrotolnya dukungan Gus Ipul – Puti, tidak cuma melanda kalangan ulama dan santri saja. Tapi juga di kalangan partai politik (parpol) pengusung. Sejumlah kader PDIP dan PKB disebut-sebut membelot dan lebih memilih pasangan Khofifah-Emil ketimbang Gus Ipul-Puti.
Hal tersebut diungkapkan oleh ulama masyhur Jawa Timur, KH Asep Saifudin Chalim saat menutup rapat Konsolidasi Pemenangan Khofifah-Emil di Pacet, Mojokerto, Minggu (8/4/2018) malam. Kiai Asep menjelaskan secara gamblang adanya kader PDIP dan PKB yang notabenenya pengusung Gus Ipul-Puti memilih pasangan Khofifah-Emil.
“Saya sampaikan, ini boleh dicatat oleh wartawan. Seminggu lalu saya didatangi oleh kader-kader PKB dan PDI-P yang rasional bersih-bersih dan masih muda-muda,” kata Kiai Asep.
“Mereka menyampaikan ’Pak yai, saya hanya ingin diketahui saja oleh panjenengan dan saya minta didoai. Saya kader PDI, saya kader PKB. Saya memilih Bu Khofifah dan mas Emil Dardak,” lanjutnya.
Sontak pernyataan itu mendorong Kiai Asep bertanya alasan kepada kader PDIP dan PKB tersebut memilih Khofifah-Emil. “Saya bertanya kenapa nak? Saya bertanya karena mereka kader PKB dan PDIP,” tuturnya.
Kemudian mereka menjawab dengan tegas bahwa kader PDIP dan PKB tersebut tidak memiliki alasan untuk memilih pasangan Ipul-Puti. Kandidat itu dinilai tidak memiliki kompetensi untuk memimpin Jawa Timur. “Saya tidak menemukan alasan untuk memilih Gus Ipul. Sementara saya mendengarkan pak kyai berorasi di mana-mana sebegitu banyak memilih Bu Khofifah Indar Parawansa dan Mas Emil Dardak,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet ini.
Tapi meskipun dukungan demi dukungan didapatkan, Kiai Asep meminta seluruh relawan dan pendukung untuk tetap bekerja keras. “Saya mohon kepada panjenengan sebagaimana disampaikan KH Mas Mansur (pengasuh Ponpes At-Tauhid Sidoresmo Surabaya), kita harus berpikir keras, harus berupaya keras dan kita harus berdoa maksimal,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Kiai Gus Fahrur dikatakan Kiai Asep juga sudah berubah haluan memberikan dukungan pada paslon Khofifah Emil. Konsidasi relawan Khofifah Emil ini diikuti oleh hampir seribu orang relawan dari 38 kabupaten kota di Jawa Timur, yang terdiri dari 80 elemen golongan masyarakat. "Tidak ada alternatif lain, Khofifah harus menang. Tapi harus waspada, jangan mau sampai terjebak pada money politic. Kita tetap gunakan cara sehat," ungkap Kiai Asep.
Gus Ipul Kaget
Informasi yang diperoleh, Gus Ipul menemui Surya Paloh di Bandara Juanda Surabaya sebelum bertolak ke Jakarta. Dalam pertemuan itu, Surya Paloh didampingi Ketua DPW Partai NasDem Jatim Rendra Kresna (Bupati Malang), Ketua Bappilu DPW Partai NasDem Jatim Ipong Muchlisoni (Bupati Ponorogo), Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta Hasan Aminuddin (mantan Bupati Probolinggo).
Gus Ipul sempat tercengang kaget saat dikonfirmasi wartawan. Ia pun membenarkan dirinya menemui Surya Paloh di Bandara Juanda, Senin (9/4) kemarin, sekitar pukul 08.00 WIB. "Kalian (media) tahu aja. Iya, pagi tadi saya sempat sowan dengan beliau (Surya Paloh, red) di Juanda, karena kebetulan beliau ada di Surabaya," cetus Gus Ipul.
Surya Paloh, Minggu (8/4/2018), berada di Surabaya meresmikian Kantor Bappilu DPW Partai NasDem Jatim dan peluncuran mobil armada Kampanye Pemilu 2019. Ditanya soal pembicaraan yang dilakukan bersama Surya Paloh, Gus Ipul enggan banyak berkomentar. Ia hanya mengatakan bahwa dirinya kenal dekat dengan Surya Paloh, sejak dirinya masih menjadi mahasiswa.
"Jadi ada hubungan baik. Saya sebagai orang yang lebih muda, selama saya diberi kesempatan tentu ingin sowan ke orang yang lebih tua. Jadi tadi saya ketemu sempat bersalaman, tanya kabar," kelit Gus Ipul.
Ia membantah ada pertemuan khusus dengan Surya Paloh. Gus Ipul menegaskan pertemuannya hanya sebatas silaturrahmi. "Enggak ada, gak ada pertemuan khusus, tadi cuma ngobrol biasa-biasa saja. Tadi beliau sempat nanya, gimana persiapannya?. Saya jawab, ’saya kerja sebisa-bisanya aja bang, kerja sekuat-kuatnya Pak Ketum. Jadi cuma salaman dan nostalgia saja," tutur dia.
Sebelumnya, Cawagub Puti Guntur Soekarno juga pernah mengadakan pertemun dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, di kantor DPP Nasdem di Gondangdia Menteng, Jakarta, pada 15 Maret 2018. Pertemuan paslon nomor urut dua dengan Surya Paloh ini memunculkan spekulasi, dukungan Nasdem pindah ke Gus Ipul-Puti Guntur.
Bantah Membelot
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Nasdem Jatim, Ipong Muchlissoni, juga membenarkan pertemuan Gus Ipul dengan Surya Paloh di Bandara Juanda. Namun menurutnya, pertemuan itu hanya kebetulan. “Ada Gus Ipul di ruang VIP dan itu sepertinya kebetulan. Tidak ada pembicaraan khusus dan tidak ada pesan khusus,” ucap Ipong dikonfirmasi, semalam.
Ia menegaskan pertemuan itu tak ada kaitannya dengan dukung-mendukung di Pilgub Jatim 2018. Sebab, dukungan Nasdem untuk Khofifah-Emil tak berubah.
“Tadi benar-benar kebetulan atau Gus Ipul-nya sengaja datang menemui Pak Surya di VIP sebagai teman. Itu hak Gus Ipul dan enggak mungkin Pak Surya menolak menemui,” katanya.
Saat ditanya mengapa di saat Khofifah tidak diundang di acara peresmian Gedung Bappilu, justru kini Gus Ipul bersama petinggi Nasdem? Ipong menjelaskan Khofifah sengaja tidak diundang karena acaranya bersifat internal Nasdem. “Kalau ngundang calon malah disemprit KPU atau Bawaslu,” tegasnya.
Hal senada diungkapkan Aminur Rokhman, pengurus DPW Partai Nasdem Jatim. Ia mengungkapkan pertemuan Surya Paloh dengan Gus Ipul bentuk silaturrahmi antar dua tokoh. “Jadi pertemuan itu lebih bersifat pribadi, tidak ada tendensi apapun. Itu saja,” tandasnya. “Cuma lima menit, makanya Gus Ipul mengantarkan sampai ke lapangan lepas landas,” lanjut Amin
Pertemuan singkat tersebut juga tidak akan merubah keputusan Partai Nasdem untuk tetao mendukung Khofifah-Emil. “Ini sudah final dan tidak bisa diganggu lagi,” tandas Amin yang meminta agar pertemuan itu tidak dikait-kaitkan dengan Pilgub Jatim.
Bentuk Komunikasi Politik
Pengamat politik Unesa, Agus Mahfud Fauzi, melihat pertemuan semacam itu tidak lantas menjadi sinyal Nasdem mengalihkan dukungan ke Gus Ipul. Karena mengalihkan dukungan tidak semudah membalikkan telapak tangan. “Tidak mungkin ya kalau langsung mendukung. Itu silaturrahmi saja,” ujar mantan Komisioner KPU Jatim ini.
Pengamat politik Unair Mufti Mubarok juga mengatakan serupa. pertemuan itu sebatas komunikasi politik yang baik yang dibangun Gus Ipul dengan Surya Paloh. Dia mencoba menengok ke belakang bahwa sejak awal Gus Ipul sudah memilik hubungan yang baik dengan Surya Paloh. Namun karena Khofifah juga mantan kader Nasdem yang masuk sebagai pendiri juga, akhirnya Surya Paloh mendukung Khofifah.
“Itu komunikasi politik saja. Bukan karena tidak mendukung lantas hubungannya selesai,” terang Mufti dihubungi Surabaya Pagi secara terpisah. n