•   Minggu, 15 September 2019
Peristiwa Nusantara

Gus Iwan Berdayakan Ekonomi Umat

( words)
Nur Rahman, Presdir SIMAC (ke-4 dari kiri), Ahmad Syauqy, Pembina SIMAC (ke-6 dari kiri) dan Febri Wibawa Parsa, Sekjen AKURINDO (Berbaju Merah) saat launching Kedai Kopi Abah di Cirebon, kemarin.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya memberdayakan ekonomi umat, Santri Millenial Center menginisiasi gerakan santri wirausahawan atau "Gus Iwan" yang fokusnya mengajak insan pondok pesantren berwirausaha.
"Kami mengajak santri dan kaum muda untuk mulai berwirausaha dengan bergabung dalam Gerakan Santri Wirausahawan atau disingkat Gus Iwan. Sudah saatnya, pondok pesantren tak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama tapi juga tempat belajar menggeluti dunia usaha," kata Pembina SIMAC Syauqi Ma’ruf Amin dalam keterangan tertulis, kemarin.
Syauqi memaparkan pentingnya untuk mendorong anak-anak muda terutama kalangan santri untuk menggeluti dunia wirausaha.
Potensi anak muda yang begitu besar inilah yang ditangkap oleh SIMAC untuk menjadi wadah berdiskusi, bertukar pikiran, dan memulai aksi untuk berwirausaha dalam Gerakan Santri Wirausahawan.
Presiden Direktur SIMAC Gus Rohman dalam mengatakan ada begitu banyak peluang bagi insan pondok pesantren untuk konsisten menjalankan program pemberdayaan ekonomi umat.
"Salah satu yang kami lakukan misalnya sejak awal November lalu meluncurkan Kedai Kopi Abah di Bekasi. Sebelumnya Kopi Abah mulai banyak dikenal di kalangan santri dan kaum muda di Cirebon, Jawa Barat," katanya.
Ia mengatakan sebagai upaya santri milenial berwirausaha, brand yang diinisiasi oleh para santri itu akan dikembangkan di kota-kota lain seperti Jakarta, Bandung, Depok, Bali, Pasuruan, Probolinggo, Tangerang, NTT, hingga Papua.
"Kopi Abah ini diharapkan bisa menjadi kail untuk para santri dan juga kaum muda untuk terjun ke dunia wirausaha. Apalagi bagi santri, kopi sudah sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari," katanya. ar

Berita Populer