•   Jumat, 3 April 2020
Peristiwa Politik

Hadapi Mantan Kapolda, Bacawali PDIP Genjot ‘Kampanye’

( words)


SURABAYA PAGI, Surabaya – Siapa calon walikota (Bacawali) dari PDI Perjuangan (PDIP) pada Pilwali Surabaya 2020, hingga kini belum jelas. Padahal, calon lawannya dari koalisi besar terlihat agresif. Terbaru, Machfud Arifin yang diusung PAN, PKB, Gerindra, Demokrat dan PPP membuka komunikasi dengan Partai Golkar. Ini membuka kemungkinan tambahan parpol di gerbong mantan Kapolda Jatim ini. Lantas, mengapa PDIP masih santai-santai?

Whisnu Sakti diketahui terus menggelar sosialisasi ke warga kota. Terakhir, pria yang juga wakil wali kota ini tampak mengunjungi warga Kalilom Lor Indah, Kedinding, Kenjeran, Jumat (31/1). Di samping itu, Whisnu juga terus memperkuat jaringan politik dengan mengkonsolidasi kepengurusan partai hingga tingkat PAC dan ranting. Seperti yang sudah diketahui, Whisnu Sakti didukung mayoritas PAC PDIP.

Selain sosialisasi secara langsung, Whisnu Sakti juga secara berkala menyosialisasikan pendapat serta visi dan misinya via saluran udara. Melalui akun media sosial Facebook dengan nama yang sama, Whisnu mengungkapkan keberlanjutan dan perataan pembangunan di Surabaya. Ada juga akun Warga Komunitas Pendukung (Warkop) Whisnu yang rutin menyebarkan agenda-agenda Whisnu. Relawan-relawan pendukung Whisnu pun mulai terbentuk seperti Aliansi Relawan Komunitas Surabaya (Arek’S) yang dideklarasikan pada Selasa (28/1) lalu.

Selain Whisnu Sakti, kader PDIP lainnya yang tampak agresif dalam sosialisasi adalah Armuji. Dia tampak serius menyosialisasikan diri sebagai cawawali mendampingi Eri Cahyadi. Padahal, sang Kepala Bappeko Surabaya itu justru tidak melakukan apa-apa.

Pada bulan Januari saja, Armuji setidaknya telah menggelar sosialisasi sebanyak empat kali. Pada Minggu (26/1), Armuji terlihat menyapa warga di Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Sebelumnya, Armuji diketahui menyerap aspirasi para pekerja sosial yang tergabung dalam Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Surabaya di Gedung Wanita Jalan Kali Bokor, Kamis (24/1) lalu.

Sebelumnya lagi, Armuji juga bertemu seribuan kader Jumantik se-Kecamatan Wonokromo di gedung yang sama, Senin (20/1/2020). Dalam forum ini, terpampang spanduk yang menampilkan gambar dirinya dan Eri Cahyadi. Pada awal tahun, Armuji terligat menemui ratusan Driver dan ojek online juga di Gedung Wanita, Selasa (7/1/2020).

Selain sosialisi langsung, relawan Cak Ji pun menciptakan jingle dengan menggubah lirik lagu karya Didi Kempot yang berjudul ‘Pamer Bojo’ untuk pasangan Eri Cahyadi-Armuji. Mereka pun sudah punya nama sendiri yaitu Sahabat Erji (Eri-Armuji).

Sementara itu, Dyah Katarina hanya terpantau menyosialisasikan diri ke PAUD-PAUD. Selain itu, belakangan ini istri mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH itu tampak sibuk reses sebagai anggota Komisi D DPRD Surabaya.

Survei Maksimal
Terkait sosialisasi yang dilakukan oleh sederet bacalonnya, Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya Baktiono mengatakan, memang harus demikian yang dilakukan. Soalnya, DPP PDIP hingga kini belum juga mengumumkan kepada siapa rekom Pilwali Surabaya dijatuhkan. Sepanjang rekom belum terbit, maka para bacalon dipersilahkan untuk terus menggenjot kegiatan mereka.

Tujuannya, untuk menuai hasil survei yang maksimal. Pasalnya, DPP PDIP juga melakukan survei internal untuk mengetahui popularitas, elektabilitas dan akseptabilitas para bacalon sebagai salah satu kriteria sebelum menjatuhkan rekom. "Untuk meraih hasil survei yang bagus di masyarakat, ya para bacalon harus rajin-rajin meyapa warga," cetus Baktiono, Jumat (31/1). "Sah-sah saja mereka turun ke lapangan."

Terpisah, Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono menambahkan, para bacalon yang turun ke masyarakat disokong oleh jaringan partai di level akar rumput. Para bacalon sendiri membantu memecahkan persoalan rakyat dan mengampanyekan program-program kerakyatan yang berkemajuan. Para bacalon, sambung Awi, juga menegaskan sikap ideologis PDIP yang teguh menjaga Surabaya sebagai rumah bersama bagi semua kelompok dan golongan.
"Semua bacalon aktif bertemu warga dengan caranya sendiri-sendiri," ungkap Awi.

Untuk diketahui, sebanyak 19 kandidat yang mendaftar ke PDI Perjuangan. Kandidat yang kader PDI Perjuangan adalah Bakal Calon Wali Kota Whisnu Sakti Buana, Dyah Katarina, Bakal Calon Wakil Wali Kota Armuji, Eddy Tarmidi, Anugerah Aryadi dan Oni Setiawan.

Awi mengatakan PDI Perjuangan sangat yakin bahwa warga Kota Surabaya sangat memperhitungkan kandidat yang direkomendasi partainya. Terlebih tiga Pilkada langsung tahun 2005, 2010 dan 2015 dimenangkan semua oleh PDI Perjuangan. "Mengenai kepada siapa rekom diberikan itu wewenang DPP. Posisi DPC bakal tegak lurus mengeksekusi dan mendukung siapapun yang direkom DPP," tegas Awi.

Liga Utama
Sementara itu, pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokhim Abdussalam mengungkapkan, para kandidat yang namanya beredar belakangan ini akan bisa diukur elektabiltasnya dengan lebih pasti, pasca-mendapat rekom karena sudah pasti diusung oleh partai. Namun, hingga kini baru Machfud Arifin saja yang sudah mengantongi rekom dari lima partai.

Sejauh ini, sambung Surokhim, nama-nama bacalon hanya bisa dikategorisasi dalam popularitas yang dia istilahkan dengan level sepak bola liga utama yang profesional dan liga satu yang amatir. Menurut Surokhim, nama Wishnu Sakti Buana, Eri Cahyadi, Armuji dan Machfud Arifin termasuk kandidat yang mengisi liga utama, sementara bacalon sisanya, masuk liga satu. "Namun hal itu pun dapat menjadi garansi. Masih terdapat banyak faktor lain yang bakal dipertimbangkan," tutur Surokhim.

Cawawali Machfud
Mengenai posisi cawawali yang mendampingi Machfud Arifin, Surokhim berpendapat bahwa ceruk pemilih milenial sangat tinggi pada perhelatan Pilwali Surabaya mendatang. Oleh sebab posisi wakil juga harus bisa mendulang suara, maka pilihan sosok milenial adalah hal yang tepat. "Pak Machfud sendiri sudah bukan dari milenial, maka pasangan yang pas adalah yang bisa mengisi ceruk milenial," cetus Surokhim.

Menurut Surokhim, nama-nama tokoh milenial yang beredar seperti Azrul Ananda, Zahrul Azhar Asumta As’ad (Gus Hans) dan Bayu Airlangga memang berpotensi mendampingi Machfud Arifin. Hanya saja, sebetulnya masih banyak nama-nama lain yang berpeluang.

"Dari birokrat maupun teknokrat itu berpeluang. Kan banyak pengusaha-pengusaha muda di Surabaya. Hanya saja, sepertinya mereka masih malu-malu mau terjun ke politik," papar Surokhim. "Itu kalau cawawali-nya Pak Machfud. Kalau cawawali dari PDIP belum, kan cawalinya aja belum," pungkasnya.n rga

Berita Populer