•   Sabtu, 14 Desember 2019
UKM & UMKM

Hadir Lagi, OJK Bareng BI Gelar Bulan Inklusi Keuangan (BIK)

( words)
Saat Press conference FinExpo 2019 SP/Met


SURABAYAPAGI.com - Selama bulan Okotober, Otoritas Jasa Keuangan Bersama dengan Bank Indonesia serta lembaga atau kementerian terkait serta pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) menggelar Bulan Inklusi Keuangan (BIK).

Selain itu, galaran ini termasuk salah satu bentuk kegiatan sinergi antara OJK dan BI. Terlepas dari itu, kegiatan ini juga merujuk pada agenda guna mendukung pencapaian target inklusi keuangan sebesar 75 persen di akhir 2019.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi Perlindungan Konsumen Tirta Segara mengatakan pencapaian target inklusi dilakukan dengan kampanye dan sosialisasi serta berbagai penjualan produk/jasa keuangan.

“Tahun ini target inklusi keuangan sebesar 75 persen akan tercapai. Sekarang (September) sudah melewati angka dari target tersebut,” ujarnya saat acara FinExpo & Sundownrun 2019 di Restoran Madame Delima, Jakarta, Selasa (15/10).

"Dalam mendukung pencapaian target inklusi keuangan, kolaborasi aktif antara regulator dan PUJK sangat diperlukan. Hal ini penting untuk saling mendukung dalam meningkatkan literasi keuangan serta mendorong masyarakat untuk menggunakan produk dan layanan jasa keuangan," ujar Tirta di Jakarta, Selasa (15/10).

Menurutnya pelaksanaan BIK dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan serta mendorong akselerasi penambahan jumlah rekening maupun penggunaan produk dan layanan jasa keuangan.

Tirta menyebut OJK dan Bank Indonesia juga akan mengedepankan sisi perlindungan konsumen guna membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri sektor keuangan.

“Untuk meningkatkan perlindungan terhadap hak-hak konsumen, khususnya di era digitalisasi yang semakin canggih dan kompleks, OJK juga terus meningkatkan upaya pelayanan konsumen melalui Kontak OJK 157,” ucapnya.

Sementara Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko menambahkan inklusi keuangan dapat meningkatkan ketahanan pasar keuangan dalam negeri.
Setidaknya peningkatan inklusi keuangan harus didukung kementerian dan lembaga keuangan terkait yang selaras dengan sistem pembayaran Bank Indonesia.

“Kehadiran digital maka harus seimbang inovasi dan stability. Maka perlindungan konsumen harus di depan sekaligus sejalan dengan kemajuan produk keuangan harus seimbang,” ucapnya.

Berita Populer