•   Selasa, 19 November 2019
Agrobisnis

Harga Belum Membaik, ABMI Usulkan Ini

( words)
Ilustrasi bawang merah SP/Trbn


SURABAYAPAGI.com - Bawang merah, seperti namanya harganya pun juga memerah. Akibatnya Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) mengimbau petani menunda penjualan di tengah kondisi harga yang lebih rendah daripada biaya produksi.

Selain itu, ABMI berharap Perum Bulog dapat menyerap hasil produksi bawang merah saat ini untuk menjaga stabilitas harga.

“Kami mendorong Bulog untuk melakukan penyerapan karena mereka kan punya gudang CAS. Mereka punya sebanyak 20 unit di Brebes, mereka juga punya tugas untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan komoditas strategis, di dalamnya kan termasuk bawang merah dan cabai,” katanya mengutip Bisnis, Senin (2/9/2019).

Atas himbauan penundaan penjulaan, ketua ABMI Juwari menemukan bahwa dibeberapa daerah harga bawang merah sudah menyentuh kisaran Rp6.000—Rp8.000 per kilogram. Adapun, harga bawang merah dalam bentuk kering (askip) mencapai sekitar Rp12.000 per kilogram.

Juwari menuturkan saat ini banyak petani yang terpaksa menjual hasil produksi dengan harga rendah karena kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan angsuran pinjaman. Menurutnya, langkah ini justru membuat harga semakin anjlok karena pasokan bawang merah di pasar meningkat.

Meski demikian, untuk menarik minat Bulog, Juwari juga mendorong para petani untuk meningkatkan produksi produk olahan bawang merah seperti pasta bawang merah dan bawang goreng. Adapun ABMI memiliki pabrik pengolahan pasta bawang merah dengan kapasitas produksi 0,5—1 ton per hari.

“Kita perlu coba untuk tidak terpaku hanya pemasaran dalam bentuk segar, coba pemasaran dalam bentuk olahan, pasta bawang, bawang goreng dan sebagainya. Tapi memang saat ini masih kendala di pemasarannya,” katanya.

Berita Populer