•   Kamis, 14 November 2019
Keuangan

Harga Daging Ayam Anjlok, Jember Alami Deflasi 0,18 Persen

( words)
Kepala BPS Kabupaten Jember, Arif Joko Sutejo (tengah) saat Konpers di Kantor BPS Jember.


SURABAYAPAGI.com, Jember-Merosotnya harga daging ras di titik harga terendah akibat melimpahnya stok daging ayam di kalangan pedagang sebagai dampak panen raya yang dialami peternak menempatkan Kabupaten Jember mengalami deflasi pada urutan kedua sebesar 0,16 persen setelah Kota Malang di bulan Juni 2019.
Sedangkan enam kabupaten lainnya mengalami inflasi. Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,3 persen dan nasional sebesar 0,55 persen. Probolinggo mengalami inflasi tertinggi di Jawa Timur di bulan juni yaitu sebesar 0,48 persen.
Kepala BPS Kabupaten Jember, Arif Joko Sutejo menjelaskan, komoditas tertinggi penyumbang terjadinya deflasi di Kabupaten Jember di bulan Juni 2019 yaitu daging ayam ras turun sampai 18,89 persen. “Kemudian dilanjutkan telur ras, kacang panjang dan bawang merah.” Kata Arif, Senin (1/7/2019).
Arif juga menerangkan, memasuki bulan Juni 2019, harga komoditas daging ras di wilayah Jember cenderung mengalami tren penurunan harga akibat suplai yang berlebih sebagai dampak terjadinya panen raya oleh peternak ayam ras dan masih berlangsung sampai minggu keempat di bulan juni.
“Di Pasar terpantau harga di tingkat pedagang ayam ras di kisaran Rp.16.000 sampai 20.000 per kilogram. Selain daging ayam, telur ayam ras juga penyumbang deflasi yaitu sebesar 6,70 persen.” Ujarnya.
Lebih lanjut, Arif menambahkan, tingginya deflasi pada bulan Juni ini masih bisa dikendalikan, hal ini disebabkan adanya beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, diantaranya komoditas emas perhiasan. “Di sisi lain harga emas naik lebih dari 1,5 persen pada minggu pertama bulan juni 2018 dan menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan di tengah kekhawatiran ketegangan perdagangan AS dan China,” pungkasnya.(Koes).

Berita Populer