•   Selasa, 10 Desember 2019
Ekonomi China

Harga Daging Babi Sudah Tidak Merah

( words)
Salah satu pedagang daging babi yang tengah memotong daging. SP/yh


SURABAYAPAGI.COM -Setelah menjerumuskan kedalam inflasi yang meninggi, harga daging babi bisa dipastikan turun diakhir tahun 2019 ini.

Sebelumnya, dalam tujuh tahun terakhir, harga daging babi terus melesat hingga menembus inflasi ke level tertinggi. Hal tersbut dipicu oleh wabah demam babi Afrika yang secara cepat meyebar diberbagai wilayah.

Berdasarkan data Biro Statistik Nasional (NBS), Indeks harga konsumen (CPI) mencapai 3,8 persen pada bulan lalu, naik dari semula di angka 3,0 persen pada September. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Januari 2012 silam.

Bahkan, beberapa ekonom memperkirakan inflasi konsumen bisa naik hingga 4 persen seiring dengan makin mahalnya harga daging babi.

Untuk bisa mewujudkan prediksi diatas, pemerintah mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan biaya. Seperti, “Peningkatan penjualan cadangan daging negara dan langkah-langkah untuk meningkatkan impor, China juga dapat memaksa perusahaan cold storage komersial untuk melepaskan persediaan mereka sebelum liburan Tahun Baru Imlek pada Januari”, kata Jim Huang, Kepala Perusahaan Lonsultan Independenwww.china-data.com.cn.

China juga siap mencabut larangan unggas AS untuk meningkatkan pasokan daging.

"Kita bisa melihat harga terus naik hingga pertengahan Desember ketika pemerintah dapat melakukan intervensi," kata Huang.

“Pemerintah daerah telah berusaha untuk memperluas persediaan dengan menyimpan sepersepuluh daging yang disembelih selama beberapa bulan terakhir dan cadangan ini dapat dilepaskan ke pasar sebelum liburan,” lanjutnya.

Berita Populer