•   Senin, 18 November 2019
Ekonomi Global

Harga Emas Anjlok 3 Hari Berturut Turut

( words)
ilustrasi emas batangan


SURABAYAPAGI.COM, -Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Senin (9/9/2019) waktu setempat (Selasa pagi WIB). Hal ini dikarenakan emas teretakan oleh kenaikan imbal balik atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) sehingga membebani daya tarik asset-aset safe heaven seperti emas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 4,4 dollar AS atau 0,29 persen, ditutup pada 1.511,1 dollar AS per ounce.

Sementara perak untuk pengiriman Desember naik 4,8 sen atau 0,26 persen menjadi 18,167 dollar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman Oktober turun 5,8 dolar AS atau 0,61 persen, menetap pada 952,7 dollar AS per ounce.

Imbal hasil surat utang pemerintah AS meningkat pada perdagangan Senin (9/9/2019), dengan imbal hasil obligasi 10-tahun AS naik 6 basis poin menjadi 1,6114 persen. Meningkatnya imbal hasil obligasi ini mempengaruhi daya tarik kilau emas.

Namun, penurunan emas berjangka dibatasi oleh greenback (sebutan untuk dollar AS) yang lebih lemah.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dollar AS. Jika greenback melemah maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dollar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Pada perdagangan akhir pekan lalu emas berjangka turun untuk sesi kedua berturut-turut, setelah Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell menawarkan pandangan positif tentang ekonomi Amerika Serikat, memperlemah permintaan terhadap aset-aset safe haven seperti logam mulia.

Dalam pidatonya pada Jumat (6/9/2019), Powell mengatakan laporan pekerjaan merupakan pertanda kekuatan yang berkelanjutan di pasar tenaga kerja. Dia juga mengatakan, prospek ekonomi tetap menguntungkan dan Bank Sentral AS itu tidak memperkirakan atau mengharapkan terjadinya resesi.

Berita Populer