•   Sabtu, 14 Desember 2019
Gas Dan Bumi

Harga Gas RI Berada di Tengah Diantara Negara Asia Lainnya

( words)


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta –Mahalnya harga gas industry dikeluhkan dunia usaha. Akibat dari hal tersebut Presiden Jokowi turun tangan meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengecek harga gas industry.

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Radhi menjelaskan bahwa harga gas industri di Indonesia relatif berada di tengah-tengah dibandingkan negara lainnya di Asia. Namun, bila dibandingkan Malaysia memang Indonesia lebih mahal.

Harga gas industri Malaysia di hulu adalah US$ 4,5-6 sedangkan Indonesia US$ 6-8 per MMBTU. Lalu harga di pengguna, Malaysia US$ 7,5-8,21, Indonesia US$ 8-10 per MMBTU.

"Kalau dibandingkan negara-negara ASEAN, Malaysia memang lebih murah, di bawah sedikit," kata Fahmi, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Namun harga gas industri di Indonesia relatif lebih murah dibandingkan Singapura US$ 12,5-14,5 dan China US$ 15 per MMBTU di tingkat pengguna.

"Di Singapura harganya (di pengguna) itu sekitar US$ 12,5 per MMBTU, nah di China itu sekitar US$ 15," sebutnya.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN semula akan menaikkan harga gas per 1 November 2019 lalu. Namun pemerintah meminta kebijakan tersebut dibatalkan entah sampai kapan.

"Kan harga gas, PGN itu tidak naikkan harga gas tadi sehingga harganya relatif masih antara US$ 8 sampai US$ 10 per MMBTU," tambah Fahmi.

Berita Populer