•   Sabtu, 7 Desember 2019
Internasional

Harga Hunian Singapura Mulai Melunak

( words)
Ilustrasi hunian di Singapura.


SURABAYAPAGI.com - Setelah mengalami kenaikan harga selama dua tahun terakhir, harga properti residensial di Singapura mulai melunak.
Penjualan properti residensial pada kuartal pertama tahun ini masih terbilang lemah, tertekan oleh adanya pelonggaran aturan dari pemerintah dan kondisi perekonomian global yang masih dilanda ketidakpastian.
Selain residensial milik, hunian sewa juga tetap datar, tidak mengalami pertumbuhan pada kuartal I/2019 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya meskipun tingkat keterisiannya tinggi.
“Awal tahun ini, pasar sewa tidakmendapat banyak dorongan, terutama dari kalangan ekspatriat yang biasanya paling banyak mengisi pasar sewa,” kata Tay Huey Ying, Head of Research and Consultancy JLL Singapura.
Selain itu, proyek-proyek yang masih berkembang dan masih dalam proses pembangunan hingga 2020 membuat para pemilik lahan harus berpikir dua kali untuk menaikkan harga.
“Tantangan sektor properti residensial di Singapura diperkirakan masih akan terus berlanjut hingga akhir 2019. Pengembang tak hanya mendapat tantangan dari kompetisi antarpembangunan, tapi juga dengan melemahnya sentimen untuk pembelian,” sambungnya.
Saat ini, pada kuartal I/2019 total pasok properti residensial di Singapura sebanyak 60.987 unit dengan rata-rata harga di kawasan Middle Road mencapai 492 dolar Singapura, di kawasan Kampong Java Road mencapai 418 dolar Singapura, dan di Kawasan Sims Drive mencapai 383,5 dolar Singapura. Adapun, pertumbuhan nilai modalnya turun 1,1 persen dari kuartal sebelumnya.

Berita Populer