•   Rabu, 16 Oktober 2019
Bisnis Makro

Harga Minyak Turun Tertekan Isu

( words)
Ilustrasi


SURABAYAPAGI.com - Harga minyak mentah dunia turun karena kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia mengimbangi pengurangan produksi Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dan Venezuela.
Harga minyak mentah berjangka Brent turun 51 sen atau 0,8 persen menjadi 66,52 dolar AS per barel dari penutupan terakhir.
Sementara, minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 63 sen atau 1,1 persen menjadi 58,42 dolar AS per barel.
Dua patokan harga minyak mentah dunia itu telah merosot lebih dari 3 persen sejak pekan lalu mencapai level tertinggi sejak November 2018. Kekhawatiran tentang potensi resesi AS muncul kembali akhir pekan lalu setelah pernyataan hati-hati oleh Federal Reserve AS mengirim imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun menuju ke level terendah sejak awal 2018.
Secara historis, kurva imbal hasil terbalik menandakan resesi akan datang. Kekhawatiran perlambatan ekonomi global berlanjut menyusul data manufaktur Jerman, ekonomi terbesar Eropa, menyusut untuk bulan ketiga berturut-turut.
"Perkiraan untuk pertumbuhan dan pendapatan telah direvisi turun secara material di semua wilayah utama," kata bank AS Morgan Stanley.
Bank ANZ mengatakan, prospek ekonomi yang semakin gelap membayangi masalah sisi pasokan yang dihadapi pasar minyak di tengah pengurangan pasokan yang dipimpin oleh OPEC serta sanksi AS terhadap Venezuela dan Iran.
OPEC dan sekutu tidak terafiliasi seperti Rusia, atau disebut sebagai ’OPEC +’ telah berjanji untuk memangkas sekitar 1,2 juta barel per hari (bph) produksuk minyak tahun ini untuk menopang sehingga mendorong harga minyak mentah lebih dari 70 dolar AS per barel.

Berita Populer