•   Rabu, 18 September 2019
CatatanHukum

Hargai, Nyepi Tanpa Internet

( words)
Made Mangku Pastika


SURABAYAPAGI.com - Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mendukung wacana yang dilontarkan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali agar saat perayaan Nyepi koneksi internet di Pulau Dewata diputus sementara.
Mantan Kapolda Bali itu memaparkan alasannya mendukung wacana tersebut. Baginya, pada perayaan catur bhrata penyepian memang sudah sepantasnya hening dan jauh dari aktivitas yang dilarang.
Ia menjelaskan, saat Nyepi semua orang dilarang untuk melakukan empat hal yakni, amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).
Untuk mendukung upaya itu, Pastika juga akan mematikan gadget miliknya agar suasana Nyepi benar-benar khidmat. Bahkan, ia menegaskan jika koneksi internet diputus dalam satu hari selama Nyepi, tak akan menimbulkan bencana apapun.
“Kalau internet diputus orang juga tidak akan mati, kok. Saya akan matikan gadgetsaya selama Nyepi. Saya pastikan tidak akan mati esok harinya,” ujar Pastika, Rabu 7 Maret 2018.
Di mata Pastika, pemutusan koneksi internet di Bali selama Nyepi merupakan bentuk penghormatan terhadap ritual umat Hindu Bali tersebut. Sebabnya, saat Nyepi memang harus hening tanpa ada aktivitas apapun.
Terkait hal ini Pastika rupanya amat tegas. Bagi wisatawan yang terganggu jika nantinya koneksi internet benar-benar diputus, Pastika menyarankan agar meninggalkan Pulau Bali selama Nyepi berlangsung. Setelahnya, ketika koneksi internet sudah hidup kembali, ia mempersilakan wisatawan kembali datang ke Bali.
“Saat Nyepi kita memang betul-betul ingin menikmatinya, istirahat gitu ya. Jadi ya, harus benar-benar sepi. Kalau tidak bisa, silakan tinggalkan Bali saat Nyepi. Misalnya ke Banyuwangi,” tegas dia.
Di sisi lain, Pastika juga mengingatkan pihak hotel yang banyak menjual paket Nyepi agar tak melangsungkan aktivitas yang bertentangan dengan ritual keagamaan satu tahun sekali itu. Hal yang dimaksud Pastika adalah menggelar pesta dibungkus paket Nyepi di hotel, memutar musik, bahkan mabuk-mabukan.
“Ini jangan sampai terjadi. Saya ingatkan, kalian pemilik hotel nyari untung di Bali, makan di Bali, bangun usaha di Bali. Saat Nyepi tolong hargai, jangan malah pesta pora. Mabuk, musik keras-keras,” tegasnya.
Pastika pun meminta agar Desa Pakraman mengawasi warganya agar jangan sampai membuat kegaduhan saat Nyepi dilangsungkan.
"Jangan dibiarkan saat nyepi malah membuat situasi tidak sepi dan tidak hening. Jadi saat Nyepi wisatawan harus diajak merasakan suasana hening. Kalau tidak kuat, jangan menginap di Bali saat Nyepi,” tegasnya. (viv/01)

Berita Populer