•   Minggu, 17 November 2019
Ekonomi NKRI

Hari Ini Destry Umumkan Lima Prioritas Kerja Bank Indonesia

( words)
Sesi pengucapan sumpah oleh Destry Damayanti jadi BI-2 SP/Bsn


SURABAYAPAGI.com -Destry Damayanti baru diambil sumpahnya menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI). Setelahnya, Destry akan langsung mengikuti rapat bersama dewan gubernur BI lainnya pada malam nanti.

"Rapat pertama saya nanti malam, apapun yang terjadi saya akan jaga komitmen untuk menjalankan tugas dan fungsi BI yang ada," kata Destry usai dilantik di Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2019).

Secara garis besar apa yang akan saya lakukan, seperti saat saya fit and proper kemarin, ada lima prioritas

Pertama, Destry bakal memperkuat bauran kebijakan (policy mix) sebagai salah satu terobosan bank sentral. Bank Indonesia akan memperkuat tugas moneter dan makroprudensial dalam menjaga daya tarik pasar keuangan domestik, sekaligus menjaga momentum pemulihan ekonomi.

Selanjutnya meningkatkan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan stakeholder lainnya untuk mencapai stabilitas sistem keuangan. Dia bilang, stabilitas sistem keuangan bisa tercapai dengan meningkatkan pendalaman pasar.

"Sektor keuangan kita ini masih dangkal, sehingga ada gejolak sedikit di global kita jadi goyang. Untuk itu BI, OJK, dan lain-lain harus bisa membuat market itu lebih dalam," bebernya.

Ketiga, yang menjadi perhatian Destry adalah menciptakan dan memperkuat sistem pembayaran digital. Dia menilai, sistem pembayaran yang aman, efisien, dan bersahabat harus melindungi konsumen.

Keempat, adalah upaya memperkuat potensi keuangan syariah dan produk syariah lain di Indonesia.

"Ini jadi tantangan bagaimana menciptakan produk-produk dan instrumen keuangan syariah yang dikenal oleh para nasabah dan produk halal bisa ditingkatkan, sehingga kontribusi dari ekonomi dan keuangan syariah kita bisa meningkat," tutur dia.

Alumnus Fakultas Ekonomi dari Universitas Indonesia dan Master of Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat ini menyebut perlu sosialisasi ekstra bagi penduduk Indonesia yang mayoritas muslim terkait produk halal.

"Sehingga kontribusi ekonomi syariah bisa meningkat," jelas Destry.

Terakhir, sinergi. Mantan anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menegaskan, Bank Indonesia tak akan bisa bekerja sendiri. Menurut Destry, sebagus apapun kebijakannya bila tak mendapat dukungan dari lembaga lain, kebijakan itu tak akan efektif.

"Untuk itu ke depan, sinergi dan koordinasi antara Bank Indonesia, OJK, pemerintah, DPR, apapun lembaga keuangan lainnya, LPS juga, itu akan kita terus tingkatkan. Saya pribadi memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan koordinasi antara satu dengan lembaga lainnya," pungkas Destry.

Berita Populer