Hari Tani Nasional, Harga Tembakau di Jombang Anjlok Hingga 20 Persen

Petani tembakau di Desa Kedungdowo, Kecamatan Ploso, Jombang. SP/M. Yusuf

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menginjak Hari Tani Nasional 2020 yang bertepatan dengan pandemi Covid-19 ini, kondisi petani di Kabupaten Jombang, Jawa Timur berbeda seperti pada tahun lalu.

Kali ini, petani di Jombang dihadapkan dengan serangan hama tikus dan weren. Selain itu, petani merasakan kesulitan untuk mencari pupuk subsidi. Parahnya lagi, hasil tanamnya setelah panen harganya anjlok.

Seperti halnya yang dialami oleh Kasmadi (42), salah satu petani tembakau asal Desa Kedungdowo, Kecamatan Ploso. Harga tembakau turun hingga 20 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Saat ini daun tembakau bagian bawah, hanya mencapai Rp 13 ribu per kilogram. Padahal, harga sebelumnya mencapai Rp 17-18 ribu," katanya, kepada jurnalis, Jumat (25/9/2020).

Sedangkan untuk daun tembakau bagian atas, papar Kasmadi, harga sekarang  hanya Rp 18 ribu per kilogram, padahal harga tahun lalu mencapai Rp 29 ribu per kilogramnya.

"Saya juga tidak tahu pasti sebab turunnya harga tembakau ini. Ya mungkin juga karena ada pandemi Covid-19 ini," tukasnya.

Sementara itu petani lainnya, Triyono (28), mengungkapkan, bahwa saat ini tidak hanya harga tembakau saja yang anjlok. Tapi petani juga merasakan sulitanya mencari pupuk subsidi.

”Sekarang cari pupuk subsidi sangat susah adanya aturan baru ini. Membeli pupuk subsidi mekanismenya cukup rumit. Pupuk di kios sudah tidak ada. Cari diluar juga tidak boleh,” ungkapnya.

Triyono berharap, di hari tani nasional ini seyogyanya pemerintah lebih memperhatikan nasib para petani, khususnya di daerahnya. Apalagi ditempatnya air susah diperoleh.

"Harapan kami, untuk pembelian pupuk dipermudah, harga tembakau ini tidak anjlok saat panen. Kan sekarang ini musim panen juga,” pungkasnya. suf