•   Selasa, 19 November 2019
Peristiwa Kriminal

Honor TAPD 1,6 Milliar Raib di Kantor Gubernur Sumut

( words)
Konferensi pers dilakukan pihak Pemprov Sumut terkait hilangnya uang Rp 1,6 Miliar, Selasa (10/9/2019). Uang Rp 1,6 Miliar tersebut hilang di dalam mobil yang terparkir di halaman Kantor Gubernur Sumut.


SURABAYAPAGI.COM, -Berita hilangnya uang sebesar 1,6 milliar (1.672.985.500) milik pemerintah Provinsi Sumatra Utara menggemparkan warga Sumatera Utara. Uang yang diletakkan di dalam mobil terparkir di halaman parkir dekat pos security kantor Gubernur Sumut jalan Pangeran Diponegoro, Kecamatan Medan Polonia hilang pada Senin (9/9/2019) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kronologi hilangnya uang itu dipaparkan Kabag Humas Pemprov Sumut, M Ikhsan, dan Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprov Sumut, Raja Indra Saleh di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (10/9/2019).

M Ikhsan mengatakan, uang yang hilang itu baru saja diambil Muhammad Aldi Budianto yang merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di BKAD, bersama seorang tenaga honorer BPKAD bernama Indrawan Ginting.

“Uang itu untuk pembayaran honor Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),” kata M Ikhsan di Gedung Pemprov Sumut, Selasa sore.

M ikhsan menjelaskan bahwa kejadian bermula pada pukul 13.43 WIB, saat Aldi menerima informasi dari bendahara bahwa uang pembayaran honor sudah masuk ke rekening mereka sebesar Rp. 1.672.985.500

Kemudian, pada pukul 14.00 WIB Aldi ditemani pegawai honorer bernama Indrawan Ginting mendatangi kantor Bank Sumut cabang utama di jalan Imam Bonjol Kota Medan. Mereka melakukan penarikan tunai pada pukul 14.47 WIB. Setelah melakukan penarikan, Aldi bersama Indrawan Ginting membawa uang itu ke Kantor Gubernur Sumut.

“Setelah masuk pelataran parkir yang bersangkutan melakukan putaran sekali lagi. Karena pada masuk pertama penuh dan dia mutar kembali dan melihat ada tempat parkir satu, pas di depan kantor gubernur yang di belakang ada CCTV,” ujar Ikhsan.

Mereka memarkirkan mobil sekitar pukul 15.40 WIB. Aldi dan Indrawan Ginting meninggalkan kendaraan itu untuk melakukan absensi, lalu shalat. Sementara uang ditinggalkan di jok belakang mobil.

“Pada pukul 17.00 WIB, saat hendak pulang, yang bersangkutan melihat tas sudah tidak ada di dalam mobil," ungkap M Ikhsan.

“Yang bersangkutan ditemani saudara Indrawan Ginting menghubungi Polrestabes Medan dan membuat laporan dan telah di BAP oleh pihak kepolisian,” kata M ikhsan.

M ikhsan mengakui tidak ada pengawalan dari petugas keamanan saat Aldi dan Indrawan mengambil uang itu. Ia juga menolak menjawab kerusakan pada mobil yang digunakan keduanya. Begitupula alasan mereka meninggalkan uang itu di dalam mobil.

“Biar pihak kepolisian yang menjawab,” ucap M Ikhsan.

Kasus itu telah dilaporkan ke Gubernur dan Sekdaprov Sumut.

Kasubbag Anggaran Fuad Perkasa menjelaskan bahwa uang yang hilang tersebut merupakan honor kegiatan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam penyusunan PAPBD Sumut 2019 dan RAPBD Sumut 2020.

Namun, mereka tidak merinci jumlah pegawai yang terlibat dalam tim TAPD yang akan menerima honor tersebut.

"Untuk berapa person coba kita lihat berapa orang. Itu berdasarkan SK Gubernur yang mendapat honor ini. Nanti kita lihat berapa jumlahnya. Ada semua sudah jelas, berapa honornya siapa orangnya di OPD mana dia, semua jelas," kata Fuad.

Menurutnya, bendahara dibenarkan menyerahkan transfer kepada orang yang dikuasakan untuk mencairkannya dalam hal ini yakni Muhammad Aldi yang kini sudah membuat laporan di kepolisian.

"Dari Bank Sumut ke bendahara itu non tunai, kemudian dari bendahara kepada si person tadi M Aldi juga transfer. Nah, M Aldi setelah menerima transfer mencairkannya untuk selanjutnya didistribusikan ke tim TAPD," urainya.

Fuad membeberkan bahwa saat Aldi dan Indrawan naik ke atas dengan alasan absen, mobil diketahui rusak pada bagian kunci.

"Jadi mobil dirusak pada bagian kunci depan tepatnya sopir dan posisi kaca tidak pecah," jelas Fuad.


Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha membenarkan adanya laporan pengaduan ke Polrestabes Medan terkait hilangnya uang tersebut. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan kasus tersebut.

"Lagi kita diselidiki perkaranya," pungkas Putu.

Berita Populer