•   Minggu, 23 Februari 2020
Ekonomi China

Huawei Masih Berjaya dan Berhasil Kalahkan Pesaingnya Meski Main Kandang

( words)
Orang-orang terlihat di depan logo Huawei di Consumer Electronics Show (CES) Asia 2019 di Shanghai SP/Yhofn


SURABAYAPAGI.com - Huawei Technologies China telah memperkuat dominasinya terhadap pasar ponsel pintar domestik pada kuartal kedua. Selain itu, pengiriman dan pangsa pasar juga meningkat. Pendominasian ini tak lepas dari dukungan pelanggan Cina atas Huawei yang kini menjadi objek perang dagang.

Huawei, yang dimasukkan ke dalam daftar hitam perdagangan oleh Amerika Serikat sejak pertengahan Mei dan hampir dilarang melakukan bisnis di sana lebih awal mengirimkan 37,3 juta smartphone di China dalam tiga bulan yang berakhir Juni, dan ini naik 31% YoY, menurut perusahaan riset pasar Canalys.

Pangsa pasarnya naik lebih dari 10 poin persentase menjadi 38% di kuartal ini, bahkan ketika semua vendor top lainnya kehilangan tempat di pasar ponsel pintar terbesar di dunia, data Canalys menunjukkan.

Sebelumnya, Huawei ditambahkan oleh AS ke dalam daftar hitam pada bulan Mei. Masuknya Huawei ke daftar hitam tersebut telah mengkhawatirkan perusahaann. Pasalnya, AS akan memotong aksesnya ke komponen dan perangkat lunak AS yang penting seperti aplikasi Google Android.

Penambahan daftar tersebut "menyebabkan ketidakpastian di luar negeri" tetapi perusahaan telah mengalihkan fokusnya ke pasar dalam negeri, di mana ia berinvestasi dalam ekspansi offline yang agresif untuk memikat konsumen dengan promosi penjualan yang patriotik, kata analis Canalys, Mo Jia.

Kitty Fok, yang melacak sektor ponsel pintar China di perusahaan riset IDC, mengatakan bahwa konsumen merespons percikan terhadap Huawei dengan sentimen pro-China, yang membantu meningkatkan daya tarik merek yang sudah kuat di negara itu.

“Produk itu sendiri sudah dikenal dengan baik, dan perang dagang membantu orang merasa bahwa mereka perlu mendukung Huawei. Satu-satunya kekhawatiran adalah bahwa mereka mungkin tidak mendapatkan pasokan komponen, tetapi pada akhirnya, mereka melakukannya” kata Fok.

Kefokusan Huawei yang merambah ke pasar lokal membuat Huawei menerima lonjakan pengiriman smartphone kuartal kedua, meskipun pengiriman smartphone Cina secara keseluruhan menyusut. Pengiriman smartphone di Tiongkok turun 6% pada kuartal tersebut menjadi 97,6 juta unit, penurunan kuartal ke-9 berturut-turut, menurut Canalys.

“Pengiriman Tiongkok kuartal kedua mewakili 64% dari total pengiriman smartphone Huawei pada kuartal tersebut” katanya.

Oppo, Vivo, Xiaomi Corp dan Apple Inc, empat vendor teratas di belakang Huawei, mengalami penurunan dalam pengiriman dan pangsa pasar pada kuartal tersebut, kata Canalys.

Berita Populer