•   Sabtu, 11 April 2020
Ekonomi China

Huawei Optimis Pendapatan Melejit

( words)
Seseorang yang tengah berdiri disamping Logo Huawei SP/rtr


SURABAYAPAGI.com - Menjadi bulan-bulanan perang dagang antara AS dan China, Huawei tetap yakin bahwa bisnisnya bisa melejit meski terhimpit oleh perang dagang yang tidak tahu kapan akan berakhir.

Bahkan Huawei telah memperdiksikan ditahun depan, bisnisnya semakin tumbuh melesat dengan perkiraan pengiriman smartphone akan tumbuh 20%.

Sebelumnya, Huawei menjadi umpan empuk perang dagang hingga ralsasa teknologi China tersebut terpeleset kedalam daftar hitam AS.

Huawei mendekati titik kritis dalam perjuangannya untuk bertahan hidup dalam enam bulan setelah Washington melarangnya membeli komponen dan perangkat lunak utama AS.

Larangan ini termasuk untuk memasok sistem operasi Android milik Google. Selain itu juga alat desain semikonduktor dari Synopsys Inc. dan Cadence Design Systems Inc. serta chip frekuensi radio yang dibuat oleh Qorvo dan Skyworks. Hal ini dapat merusak bisnis ponsel pintar Huawei.

Meski dmeikian, Will Zhang, Presiden Strategi Huawei menyatakan pihaknya dapat mengandalkan pasar China yang besar untuk mendorong kinerja. Huawei juga memanfaatkan perangkat lunak internal untuk menjaga agar kinerja perusahaan tidak tertekan menghadapi tekanan Amerika Serikat.

“Sumber perangkat keras untuk pembuatan smartphone tidak menjadi masalah karena ketersediaan pasokan global," katanya.

Zhang mengatakan di masa lalu Huawei menetapkan satu target untuk pengiriman smartphone. Namun saat peningkatan ketidakpastian di pasar, Huawei mengembangkan tiga tujuan berbeda yang mencakup skenario kasus terbaik dan terburuk.

Dalam skenario moderat, pengiriman smartphone dapat naik sekitar 20% tahun depan, katanya.

"Bahkan untuk yang pesimistis, kami tetap melihat pertumbuhan meski kecil," kata Zhang.

Sementara proyeksi optimistis perseroan adalah pertumbuhan yang mencapai 40 persen.

Berita Populer