•   Minggu, 29 Maret 2020
Kesehatan

Ibu Ani Kanker Darah, Kenali Gejalanya

( words)
SBY menunggui istrinya Ani Yudhoyono yang dirawat di Singapura karena menderita kanker darah.


Kabar mengejutkan datang dari mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia mengungkapkan istrinya, Ani Yudhoyono, dirawat di National Universtiy Hospital Singapura, sejak Sabtu (2/2/2019) lalu, karena menderita kanker darah. Bisakah penyakit ini disembuhkan?
--------
Jaka Sutrisna,
Wartawan Surabaya Pagi.
Dalam rekaman yang diterima redaksi, Rabu (13/2/2019), SBY berharap doa dari kerabat agar sang istri segera diberi kesembuhan. "Atas nama Ibu Ani dan keluarga besar SBY, saya mohon doa dari para sahabat agar Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan takdir dan kuasanya, memberikan kesembuhan kepada istri tercinta Ibu Ani, atau Kristiani Herawati binti Sarwi Edhie Wibowo, agar Ibu Ani dapat kembali menjalankan kegiatan sehari-harinya di tanah air," kata SBY.
Sejak tanggal 2 Februari 2019 yang lalu, kata dia, Ani Yudhoyono menjalani medical treatment di Singapura atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia, dan karenanya harus menjalani pengobatan dan perawatan yang intensif di National University Hospital Singapura.
Pada kesempatan tersebut SBY juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan pemerintah, terutamanya tim dokter kepresidenan atas perhatian dan bantuan yang diberikan dalam pengobatan Ani Yudhoyono. "Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membalas budi baik dan ketulusan bapak ibu saudara sekalian. Saya dan Ibu Ani meminta maaf karena tidak dapat menghadiri sejumlah kegiatan, yang direncanakan oleh berbagai pihak yang sebelumnya saya niatkan untuk saya penuhi. Sebagai seorang suami, tentu saya harus mendampingi Ibu Ani dalam menghadapi ujian dan cobaan Tuhan ini," papar SBY.
Sementara itu, Presiden Jokowi berharap Ani Yudhoyono, segera sembuh dan pulang ke Tanah Air. Jokowi juga sudah berkomunikasi dengan SBY soal kondisi Ani Yudhoyono. "Sudah. Empat atau lima hari lalu saya sudah telepon beliau, Pak Jusuf Kalla juga telepon beliau untuk mengabarkan mengenai Ibu Ani," ujar Jokowi kepada wartawan di Istana Negara, Rabu (13/2/2019).
Untuk membantu Ani Yudhoyono, Jokowi sudah memerintahkan tim dokter kepresidenan ke Singapura. Jokowi juga masih mengatur waktu menjenguk Ani Yudhoyono. "Saya sudah perintahkan, kepada Mensesneg, kepada dokter kepresidenan untuk juga membantu apa yang bisa kita berikan dari sini," jelas Jokowi.
Gejala Kanker Darah
Kanker darah sendiri sebutan umum untuk sekelompok penyakit kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah di tubuh. Spesifiknya kanker darah bisa dibagi jadi tiga jenis yaitu leukemia, limfoma, dan myeloma. Namun penyakit ini bisa muncul tanpa diawali tanda-tanda gejala tertentu. "Kanker darah bisa saja ditemui pada pasien yang tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, tak selalu demikian. Sejumlah pasien menunjukkan gejala tertentu yang sebaiknya segera diperiksa lebih lanjut," kata konsultan hematologi Parkway Cancer Centre Singapura, Colin Phipps Diong.
Pada umumnya, seseorang yang terkena kanker darah menunjukkan beberapa gejala awal. Di antaranya, kata Colin, demam dalam waktu yang lama, keluar keringat dingin di malam hari, tak nafsu makan, berat badan turun drastis tanpa direncanakan. Lalu, pada sebagian orang ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening.
Cek Darah
Pada banyak kasus, seseorang diketahui mengalami kanker darah usai melakukan pengecekan darah. Ketika hasil cek darah menunjukkan ketidaknormalan sebaiknya segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti disarankan Colin.
Ketika menunjukkan gejala-gejala di atas, dokter biasanya akan melakukan serangkaian tes untuk menegakkan diagnosis. Mulai dari pengecekan riwayat penyakit, tes darah, tes sumsum tulang belakang. "Waktu itu penting. Kecepatan dan akurasi itu penting dalam menegakkan diagnosis. Sehingga untuk tes tahap awal, butuh waktu sekitar dua hari untuk mengetahui penyakit pasien tersebut," tutur konsultan senior hematologi dari Parkway Cancer Centre Singapura, Lim ZiYi di kesempatan yang sama.
Pengetahuan ditambah teknologi canggih akan membantu dokter menegakkan diagnosis penyakit yang didera pasien. "Diagnosis itu yang paling penting karena kanker darah itu ada banyak tipe. Dengan diagnosis tepat, pengobatan yang dilakukan bisa tepat sasaran," ucap Lim. n

Berita Populer