•   Selasa, 31 Maret 2020
Uncategories

Ibu-ibu Kelurahan Diajari Merangkai Bunga

( words)
Ibu-ibu kelurahan membuat kerajinan merangkai bunga


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Merangkai bunga butuh keahlian yang gampang-gampang susah. Apalagi membuatnya. Puluhan ibu-ibu Kelurahan Ketintang Surabaya diajari membuat bunga dari bahan kertas jasmine.

Kerajinan craft paper berbentuk bunga memang sedang booming. Dekorasi di pertunangan, pernikahan, ulang tahun serta acara-acara komunitas sering menggunakan jasa dekor dinding dari bahan kertas mengkilap ini.

Alfamart bekerja sama Excellent Preneur Indonesia (EPI) memberikan pelatihan tersebut secara cuma-cuma bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Kelurahan Ketintang, Selasa (27/3/2017).

"Pertama kita buat pola kelopaknya di kertas, ukurannya sesuai kebutuhan. Kalau dindingnya lebar, pola dasar kelopak yang dibuat juha harus besar lalu urut menjadi pola kelopak kecil untuk bahian dalamnya," kata Eka, instruktur dari EPI.

Warna kertasnya juga bisa menyesuaikan acara. "Kertas jasmine hampir memilili semua jenis warna dasar. Tampilannya juga agak mengkilap dibandingkan kertas manila. Satu bunga sebaiknya warna kelopak bunganya sama. Tapi warna bunganya bisa beragam," imbuhnya.

Untuk teknik penyambungan menggunakan lem tembak. Sedangkan teknik penempelan di dinding menggunakan dobel kertas di alas bunga lalu dipasang kawat melengkung. "Jangan pakai double tape sebab tidak lengket. Pakai kawat yg diisolasi saja," jelasnya.

Menurut Eka, omzet jaza dekor bunga ini cukup menarik. "Dipakai di acara apa saja bisa dan tarif jasanya bervariasi tergantung desain dan tingkat kerumitan bunga serta kualitas kertas yang dipilih," paparnya.

Enny, salah satu peserta pelatihan mengaku senang bisa mengikuti acara tersebut. "Bisa nambah ilmu, mengembangkan kreativitas dan semoga bisa nambah income kalau skill ini dikembangkan bekerja sama dengan wedding organizer misalnya," yakinnya.

Ame Dwi Pramesti, Corporate Communication Alfamart mengatakan, kegiatan ini rutin diadakan di tingkat kelurahan secara nasional sebagai bentuk tanggungjawab sosial perusahaan.

"Perusahaan ingin membantu menciptakan bibit para wirausaha terutama dari kalangan ibu-ibu rumah tangga. Perusahaan ingin mendorong ibu-ibu rumah tangga agar mandiri secara finansial," ujarnya.

Hal ini seperti arahan Jusuf Kalla bahwa para wirausaha di Indonesia membantu memperkuat perekonomian di tengah krisis. Namun saat ini jumlahnya masih tergolong kecil meski terus tumbuh. Perlu peran aktif dari seluruh stakeholder, termasuk sektor swasta. (bj/04)

Berita Populer